Direktur PDAM Kudus Ayatullah Humaini (dua kiri) menemani Ketua DPRD Kudus Masan (kiri) mengecek reservoir air PDAM di Desa Medini, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. (foto : suaramuria.com)

KUDUS – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kudus akan menghentikan distribusi ke pelanggan tiga desa di daerah Kecamatan Undaan, akibat ketersediaan air yang sangat terbatas.

Rencana penghentian sementara layanan pelanggan dilakukan di Desa Kutuk, Glagahwaru dan Lambangan, dimulai Jumat (25/10/2019) hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Demikian disampaikan Direktur Utama PDAM Kudus, Ayatullah Humaini, Kamis (24/10/2019).

Terdapat lima desa di Undaan yang resisten terhadap pasokan air bersih, tetapi baru tiga desa yang rencananya dibuat matisuri dari pelayanan PDAM.

“Dua desa lain yang terancam kami hentikan pasokannya, yaitu Desa Kalirejo dan Desa Terangmas,” ujarnya.

Ketersediaan air diakui sangat terbatas, sehingga pihaknya terpaksa mengambil langkah menghentikan sementara distribusi air ke tiga desa di Undaan yang memiliki sekitar 700 pelanggan. Selama pelayanan dihentikan, water meter akan dicopot dan dititipkan di balai desa setempat.

Pihaknya juga tidak lagi menarik rekening ke pelanggan terdampak atas penghentian pelayanan, yang berpotensi hilangnya pendapatan antara Rp 25 juta hingga Rp 40 juta per bulan. Sebagai gantinya, PDAM akan menjual air ke pelanggan tiga desa melalui truk tangki dengan harga terjangkau Rp 155 ribu per tangki.

Jumlah pasokan diperkirakan antara 100 tangki hingga 150 tangki per bulan. “Layanan distribusi ke pelanggan melalui jaringan akan kami kembalikan jika ketersediaan air benar- benar aman,” ungkapnya. (SRM)

Tinggalkan Balasan