perawat positif Covid-19
Plt Bupati Kudus yang juga ketuga Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kudus Hartopo. (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Pemkab Kudus menyebutkan kondisi pasien Covid-19 di Kudus terus membaik. Dua warga itu masih menunggu uji swab oleh petugas medis.

“Hasil perkembangan kesehatan keduanya memang cukup bagus. Saat ini tengah menunggu hasil tes swab berikutnya, mudah-mudahan negatif,” kata Ketua Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Kudus Hartopo, Senin (6/4/2020).

Sementara hasil pelacakan kontak keduanya sudah dilakukan dengan melakukan tes cepat (rapid test), baik pasien yang merupakan warga Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus maupun yang berasal dari Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati.

BACA JUGA : Duh.. Seorang Perawat di Kudus Positif Korona

Hasil rapid test terhadap lima orang yang pernah kontak dengan warga asal Kecamatan Bae, dinyatakan negatif. Sementara orang yang pernah kontak dengan warga asal Pati yang jumlahnya mencapai 74 orang juga hasilnya negatif.

Hartopo mengataka, Pemkab Kudus masih berupaya mendapatkan rapid test, mengingat sudah tersedia anggaran hingga belasan miliar.

Sementara itu, juru bicara pencegahan dan pengendalian COVID-19 Kabupaten Kudus Andini Aridewi menambahkan kondisi pasien Covid-19 tersebut dievaluasi dalam masa penyembuhan ini mengalami perbaikan yang cukup bermakna.

“Kini, kami masih menunggu kembali untuk hasil swab kedua. Semoga dinyatakan sembuh segera,” katanya.

Ia mengungkapkan hasil swab pertama kali penegakan diagnosis, keduanya dinyatakan positif korona. Keduanya saat ini dalam kondisi baik, namun belum bisa dinyatakan sembuh karena harus ada evaluasi lagi.

Ia mengungkapkan kedua orang yang sebelumnya dinyatakan positif langsung dilakukan isolasi di rumah sakit, meskipun yang satunya sejak awal memang menjalani isolasi di rumah sakit.

Sementara warga Kudus setelah diketahui positif, kemudian dirawat di RSUD Loekmono Hadi Kudus. Dengan menjalani isolasi di rumah sakit, agar pemantauannya lebih efektif, isolasi bisa dilakukan optimal dan kecukupan nutrisinya bisa dipantau. (SRM)

Tinggalkan Balasan