TINJAU : Kapolres Pati dan Dandim 0718/Pati saat meninjau lokasi banjir di Dukuh Jongso Desa Wotan, Kecamatan Sukolilo

PATI, suaramuria.com – Kondisi banjir di kawasan pinggir mendapat pantauan serius. Terlebih hingga saat ini akses keluar masuk sejumlah desa memang sempat terkendala akibat banjir. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebut jumlah pengungsi juga bertambah.

Diantara daerah yang akses jalannya terkendala diketahui seperti di Dukuh Jongso, Desa Wotan dan Dukuh Poncomulyo, Desa Gadudero. Keduanya di Kecamatan Sukolilo.

Kades Gadudero, Setyo Budi mengatakan, dukuh Poncomulyo yang ada di desanya memang sudah sepekan ini tergenang banjir. Akses jalan menuju kawasan tersebut bahkan sempat terputus dengan ketinggian air hingga satu meter.

“Begitu pula akses ekonomi kami yang biasa ke Kabupaten Kudus juga terputus karena di jalur arah Jekulo kedalamannya sempat mencapai satu meter terlebih kondisi jalan juga rusak,”terangnya.

Selain sulitnya beraktivitas di tengah banjir, kondisi akses transportasi itulah yang turut mempersulit mereka sekarang ini. Ada satu jalur yang masih relatif aman namun dikatakannya harus memutar dengan jarak lebih dari satu jam.

Dari pantauan di lapangan, di Dukuh Poncomulyo memang masih tergenang. Jalan desa di kawasan itu bahkan masih tergenang hingga sepaha orang dewasa atau mendekati satu meter. Sebuah motor trail warga juga tampak harus didorong lantaran tak berani menerjang banjir.

Kemarin, Kapolres Pati AKBP Arie Prasetya Syafaat bersama Dandim 0718/Pati Letkol Czi Adi Ilham Zamani turut terjun langsung meninjau dua lokasi tersebut. Rombongan kedua tokoh tersebut bahkan harus melewati genangan banjir dan jalan yang cukup terjal.

“Dari informasi yang kami terima, lokasi ini lumayan terisolir dan membutuhkan waktu untuk mencapai desa karena aksesnya memang sempat terputus. Sehingga saat ini kami datang langsung untuk melakukan pengecekan,”tegas Kapolres Pati AKBP Arie Prasetya Syafaat.

Selain melakukan pengecekan kondisi terbaru, mereka juga tampak memberikan bantuan sosial kepada warga. Yakni sedikitnya ada 150 paket beras untuk dibagikan kepada warga terdampak banjir.

BACA JUGA : Gunakan Medsos untuk Transaksi Karaoke saat PPKM

“Sekarang ini debit air terhitung menurun. Harapannya beberapa hari kedepan semakin turun debitnya,”harapnya.

Sementara itu Dandim Pati, Letkol Czi Adi Ilham Zamani mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan berhati-hati. Terlebih curah hujan tinggi diperkirakan masih mungkin terjadi. Bila memang situasi banjir di kawasan pinggir cukup rawan, pihaknya berharap masyarakat agar segera mengevakuasi diri.

“Dengan kondisi pandemi seperti sekarang ini kami berharap masyarakat juga tetap menjaga protokol kesehatan,”imbuhnya.(srm)

Tinggalkan Balasan