- Advertisement -spot_img
30 C
Kudus
Minggu, 16 Mei 2021
BerandaTerbaruKomisi A Khawatir Kejadian “Undaan Lor” Menular

Komisi A Khawatir Kejadian “Undaan Lor” Menular

- Advertisement -spot_img

KUDUS – Batalnya pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupatem Kudus dikhawatirkan menular ke desa lain. Potensi penundaan Pilkades karena jumlah calon kades kurang dari dua orang dikhawatirkan terjadi di desa lainnya juga.

Anggota Komisi A DPRD Kudus Sudjarwo mengatakan, setelah seluruh bakal calon melengkapi berkas Senin lalu, calon kades baru akan ditetapkan 1 November, mendatang.

“Jika para bakal calon mundur sebelum ditetapkan, kemudian tersisa hanya satu, tentu Pilkades akan batal dan ditunda. Potensi seperti ini bisa saja terjadi. Apalagi aturannya sangat longgar,” katanya.

BACA JUGA : Ditunda Karena Calon Tunggal, Pilkades Undaan Lor Digelar 2022

Wakil rakyat dai Partai Nasdem itu mengatakan, mundurnya Kades Undaan Lor Edi Pranoto dari pencalonan itu merupakan bagian dari strategi politik. Tak menutup kemungkinan bakal calon yang sudah pesimistis bisa memenangi Pilkades, mundur sebelum ditetapkan sebagai calon.

“Terutama di desa-desa yang bakal calonnya sedikit. Padahal saat ini sudah tidak mungkin lagi membuka pendaftaran. Pemkab Kudus harus bisa mengantisipasi hal ini,” kata Sudjarwo.

Wakil Ketua Komisi A Mahfud mengatakan, strategi politik yang kurang sehat itu seharusnya bisa diantisipasi dengan syarat yang cukup ketat. Salah satunya dengan adanya uang jaminan saat pendaftaran.

“Jika mundur di tengah jalan uang jaminan hangus. Nanti setelah Pilkades selesai, uang jaminan dikembalikan semuanya. Dengan begitu warga tidak berani bermain-main,” katanya.

Rapat koordinasi kemarin sempat diwarnai perdebatan saat wakil rakyat dari Undaan Lor Umi Bariroh mengkritisi kelemahan aturan dan penjadwalan tahapan Pilkades. Kelemahan itu antara lain adanya jeda yang cukup panjang dari batas akhir bakal calon melengkapi berkas hingga ditetapkan sebagai calon.

“Mundurnya calon atau mereka yang tidak melengkapi berkas ini harusnya diantisipasi dengan regulasi yang ketat dan penyusunan jadwal yang tidak merugikan calon lainnya. Dalam penyusunan tahapan saya menilai banyak terjadi miss,” kata Umi. (SRM)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

1,011PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: