- Advertisement -spot_img
23.9 C
Kudus
Senin, 25 Oktober 2021
BerandaKudusKlaster Sekolah, 4 Guru di Kudus Meninggal Positif Covid-19

Klaster Sekolah, 4 Guru di Kudus Meninggal Positif Covid-19

- Advertisement -spot_img

KUDUS, suaramuria.com – Jumlah guru yang meninggal dunia akibat Covid-19 di lingkungan klaster sekolah SMP 3 Jekulo Kabupaten Kudus kembali bertambah. Seorang guru sekolah itu meninggal dunia terkonfirmasi Covid-19, Kamis (3/12).

Hingga kemarin, total sudah ada empat orang guru yang meninggal dari klaster sekolah tersebut. Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kudus dokter Abdul Azis Achyar mengatakan, penderita meninggal terkonfirmasi positif Korona dengan penyakit penyerta.

Penderita masuk ke RSU 26 November lalu, kemudian dilakukan swab pertama 27 November hasilnya positif. Swab kedua pada 28 November hasilnya positif.

“Pasien laki-laki warga Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo berusia 49 tahun itu meninggal dengan penyakit penyerta stroke dan hipertensi,” kata Azis.

BACA JUGA : Tertinggi Kedua se-Jateng, Kudus Fokus Kesembuhan Penderita COVID-19

Total sudah ada sebanyak 43 orang dari klaster SMP 3 Jekulo yang diambil sampel swabnya. Uji sampel swab dilakukan di laboratorium di Semarang. “Hasilnya hingga hari ini (Kamis, 3/12) belum kami terima,” katanya.

Terpisah, Kepala SMPN 3 Jekulo Wiwik Purwati kepada wartawan mengatakan, telah menerapkan sistem work from home (WFH) pada guru dan karyawan. SMP 3 Jekulo Kudus tetap melakukan pembelajaran secara daring seperti hari biasanya.

Pelaksanaan ujian juga dilaksanakan secara daring. “Sampai kapan WFH kami belum tahu pasti nanti menunggu arahan dari dinas,” katanya.

Hingga 2 Desember, total ada sebanyak 2.618 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kudus. Dari jumlah itu, sebanyak 288 orang penderita meninggal dunia. Sebanyak 2.082 orang penderita telah dinyatakan sembuh. Sementara itu, jumlah penderita yang masih menjalani perawatan intensif sebanyak 96 orang, sebanyak 152 orang penderita lainnya menjalani isolasi mandiri.

“Untuk pasien yang sudah dinyatakan sembuh juga harus berhati-hati. Pasalnya tidak menutup kemungkinan bisa tertular kembali. Prinsipnya semua orang harus berhati-hati dan disiplin menjalankan protokol kesehatan secara ketat,” katanya. (srm)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

1,011PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here