KUDUS, suaramuria.com – Dua pekan terakhir, sejumlah kera liar turun gunung dan memasuki rumah warga Dukuh Bakaran, Desa Piji, Kecamatan Dawe. Perubahan kondisi hutan tempat habitat kera diperkirakan mengakibatkan hewan tersebut memasuki hunian warga.

Info yang dihimpun, kedatangan kera sekitar sekitar pukul 15.00. Sasaran mereka pohon durian, rambutan, sawo dan petai milik warga. Sekali turun gunung, dua ekor hingga empat ekor kera terlihat.

”Mereka memakan buah-buahan di kebun kami,” kata Ketua RT 1 RW 8 Dukuh Bakaran, Ansori (40).

BACA JUGA : Kawasan Kendeng Wonosoco Diterjang Banjir Bandang

Bahkan, kera sudah berani memasuki rumahnya, pada Minggu (8/12/2019) sore. Saat itu, kera terpantau memasuki dapur. Pihaknya sempat menghalau kera agar keluar dari dapur. Namun, akibat pergerakan kera tersebut akhirnya membuat termos yang berada di dapur pecah.

”Kalau sudah masuk rumah, tentu meresahkan,” jelasnya.

Kades Piji, Nurul Mustain, saat ditemui di lokasi menyebut perubahan kondisi habitat kera di hutan dekat pemukiman yang mengakibatkan kera turun gunung.

Hutan terdekat dari Desa Piji berada di sekitar Desa Ternadi. Kawasan tersebut diyakini menjadi tempat tinggal para kera.

Beberapa tahun terakhir, tempat tempat tersebut ramai dikunjungi warga sebagai salah satu objek wisata menarik.

Akibatnya, tempat yang sebelumnya tenang menjadi ramai. Diperkirakan, kondisi tersebut yang memicu pergerakan kera.

”Jarak antara Hutan Ternadi dengan Desa Piji sekitar enam kilometer,” ujarnya.

Terkait upaya pengendalian, pihaknya akan berupaya meminta bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menghalau kera-kera tersebut.

Menurutnya, binatang tersebut tidak perlu dibunuh tetapi cukup dijauhkan dari pemukiman saja. ”Atau dibius saja dan kemudian kera dikembalikan ke habitatnya,” ungkapnya.

Seingatnya, baru pertama kali ini kera memasuki pemukiman warga di desanya. Beberapa tahun sebelumnya, tidak pernah terdengar kabar demikian.

”Yang jelas, saat ini warga berhati-hati mengantisipasi kera kembali ke pemukiman,” ujarnya. (SRM)

Tinggalkan Balasan