- Advertisement -spot_img
32 C
Kudus
Minggu, 18 April 2021
BerandaKudusKemenristekbrin Kucuri UMK Dana Pengabdian Rp 821 Juta

Kemenristekbrin Kucuri UMK Dana Pengabdian Rp 821 Juta

- Advertisement -spot_img

KUDUS, suaramuria.com – Universitas Muria Kudus masuk lima besar nasional perguruan tinggi swasta untuk pembiayaan pengabdian masyarakat. Total dana pengabdian masyarakat yuntuk UMK dari Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristekbrin) mencapai Rp 821,4 juta.

Angka itu menempatkan UMK di peringkat lima perguruan tinggi swasta di Indonesia peraih dana hibah Kemenristekbrin. Rektor UMK Profesor Darsono mengatakan, ada sebanyak sembilan proposal pengabdian masyarakat yang lolos dan mendapatkan pendanaan dari pihak kementerian.

BACA JUGA : Gandeng Industri, UMK Targetkan Jadi Kampus Merdeka

Pengajuan proposal pengabdian masyarakat yang lolos Kemenristekbrin membuktikan banyak hal yang bisa dilakukan oleh UMK untuk masyarakat. Dalam proposal pengabdian masyarakat tersebut, kata dia, paling banyak untuk program usaha kecil menengah (UKM).

“Dana pengabdian masyarakat itu untuk pendampingan UKM, maupun menciptakan wirausaha baru,” katanya, Minggu (28/2).

Darsono menambahkan, pihak UMK akan melatih para pelaku UKM mulai proses produksi hingga pemasaran. Para pelaku UKM itu nantinya juga akan mendapatkan alat untuk menunjang produksi agar lebih baik. “Kita tahu, UKM memiliki peranan penting dalam sektor ekonomi negara ini,” terangnya.

Sembilan Program

Dengan adanya peran perguruan tinggi dan dosen UMK dalam proses pendampingan UKM atau perekonomian masyarakat, Darsono berharap hasilnya akan jauh lebih baik. “Tentu kegiatan pengabdian masyarakat ini akan terus dikembangkan,” jelasnya.

Sebanyak sembilan proposal yang lolos pendanaan yakni ;

  1. Pemanfaatan limbah plastik untuk gagang pisau pada UMKM industri kreatif logam di Desa Hadipolo Kabupaten Kudus, oleh Arif Setiawan untuk program pengembangan produk unggulan daerah (PPPUD) dengan judul.
  2. Peningkatan daya saing UKM industri kreatif sebagai salah satu produk unggulan daerah Kabupaten Pati dalam memasuki era MEA, oleh Budi Gunawan untuk PPPUD.
  3. Desa sentra mainan anak tradisional Remiten di Desa Mayong Lor, Kecamatan Mayong, Jepara, oleh Jayanti Putri Purwaningrum untuk PPPUD.
  4. Program pengembangan kewirausahaan (PPK) di Universitas Muria Kudus oleh Nuraeningsih untuk Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK).
  5. Peningkatan daya saing UKM pengrajin pisau dapur Desa Bareng Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus, oleh Rochmad Winarso untuk program kemitraan masyarakat (PKM).
  6. PKM kelompok guru SD 4 Dersalam dalam upaya pengembangan “Apacintaku”(aplikasi assessment cinta tanah air berbasis keunggulan lokal) sebagai sarana evaluasi karakter cinta tanah air’, oleh Savitri Wanabuliandari untuk PKM.
  7. Learning studio berbasis literasi bagi guru SD 3 Wergu Wetan, Kudus, oleh Siti Marfuah untuk PKM.
  8. Peningkatan pemberdayaan usaha kecil melalui pengembangan SDM dan pemanfaatan teknologi informasi menuju terwujudnya wirausaha mandiri di era global, oleh Sukirman untuk PPK.
  9. PKM pada paguyuban pembudidaya lebah madu Desa Kandangmas, Kudus oleh Taufiq Hidayat untuk PKM.

Darsono menambahkan, proposal yang lolos tersebut bisa menginspirasi dosen lain untuk melakukan hal yang sama. Ia berharap kontribusi UMK di masyarakat akan jauh lebih baik lagi. (srm)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

1,011PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: