galian c di kudus
Anggota Komisi C DPRD Kudus saat mengecek kondisi bekas galian C ilegal di Desa Klumpit, Kecamatan Gebog. (foto/dok : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Dua pengusaha galian C di Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Suharto dan Ali Muhtarom ditahan Kejaksaan terkait penyidikan kasus empat bocah yang meninggal di lubang bekas penggalian. Keduanya ditahan sejak 8 Agustus dan dititipkan di tahanan Mapolres Kudus, Desa Klaling, Kecamatan Jekulo.

Menurut Kasi Intelijen Kejari, Sarwanto, berkas masuk 6 Mei 2020 dan dinyatakan lengkap atau P21 per tanggal 4 Agustus 2020. Selanjutnya, berkas dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Kudus untuk segera disidangkan.

”Benar, keduanya ditahan,” katanya saat ditemui awak media, Selasa (15/9) siang.

BACA JUGA : Bekas Galian C Ilegal Tewaskan 4 Anak, Penambang Terancam Pidana

Keduanya dianggap melanggar pasal 158 UU RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara, jo pasal  55 ayat 1 KUHP atau kedua, pasal 359 KUHP jo 55 ayat 1 ke 1. Mereka terancam hukuman maksimal 10 tahun dan denda Rp 10 miliar.

Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Agustinus David ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Keduanya dititipkan di tahanan Mapolres Kudus.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat siswa SMP tewas tenggelam saat berenang di kubangan air berlumpur bekas galian C di Desa Klumpit Kecamatan Gebog.

Mereka, Muhammad Faruk Ilham (13), Habib Rohman (13), David Aditya (14), dan Muhammad Djihar Ghifari (13).

Korban dievakuasi warga dan dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus. Setelah mendapatkan laporan dua rekan korban yang selamat yaitu Andreas Firman Zaki (13) dan Nurul Alfian (13). Andreas dan Alfian merupakan teman seangkatan dengan dua korban tewas Faruk dan Djihar di SMP Negeri 2 Gebog.

Bermain di Bekas Galian

Sekitar pukul 18.30 seluruh korban dibawa pulang keluarganya. Peristiwa naas terjadi sekitar pukul 14.30, saat enam siswa SMP bermain di bekas tanah galian C yang sudah hampir dua bulan sebelumnya ditutup paksa karena tidak berizin.

Pengelola galian C di Kudus itu sebenarnya telah diminta menutup bekas lubang galian dengan tenggat waktu dua pekan, namun hingga kejadian berlangsung belum dilakukan.

Tempat kejadian perkara (TKP), bekas galian C dengan bentuk tidak teratur ukuran sekitar 15 x 20 meter persegi dengan kedalaman kurang lebih tiga meter, berisi genangan air selama musim hujan ini. Para korban tidak mengetahui kalau di bawah permukaan air terdapat lumpur tebal sisa galian C.

Paman korban Muhammad Faruk Ilham (13), Arifin, berharap aparat dapat menuntaskan dan mendapatkan kejelasan atas kejadian tersebut. Menurutnya, meninggalnya empat putra-putra warga Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, menimbulkan duka yang sangat mendalam.

”Kami mohon keadilan untuk anak-anak kami,” jelasnya. (SRM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here