kasus baru covid-19 di jepara
Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Jepara dokter Fakhruddin. (foto : suaramuria.com)

JEPARA, suaramuria.com – Usai lebaran, jumlah kasus baru covid-19 di Kabupaten  Jepara melonjak drastis. Dalam dua hari, jumlah kasus baru covid-19 mencapai lima orang.

“Kasus positif naik dari lima kasus sebelumnya, menjadi total 10 kasus di Kabupaten Jepara,” ungkap juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Jepara dokter Fakhruddin, kepada suaramuria.com, Rabu (27/5).

Menurutnya, kasus pertama lalu yaitu dari Desa Kelet, Kecamatan Keling meninggal dunia. Kasus kedua dari Desa Krapyak Kecamatan Jepara sudah dinyatakan sembuh.

BACA JUGA : Suami Istri Positif Covid-19 Setelah Anaknya Mudik

Kasus ketiga dari Desa Blimbing Rejo Kecamatan Nalumsari juga dinyatakan sembuh. Kasus keempat dari Desa Plang, Kecamatan Mayong telah dinyatakan sembuh. Begitu juga dengan kasus kelima dari Desa Banjaran, Kecamatan Bangsri juga telah dinyatakan sembuh.

Kasus baru Covid-19 di Jepara yang terkonfirmasi positif pada Selasa (26/5) adalah pasangan suami istri dari Desa Gedangan, Kecamatan Welahan. Kasus keenam dan ketujuh ini diduga tertular covid-19 dari anaknya orang tanpa gejala (OTG) yang mudik dari Makassar dan sebelumnya pernah ke Bali.

Saat ini, kedua pasien melakukan isolasi mandiri di rumah.

”Keduanya merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) dan pernah dirawat di RSUD RA Kartini dan diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik,” tuturnya.

Kasus kedelapan merupakan warga Desa Teluk Wetan, Kecamatan Welahan yang saat ini dirawat di RS Mardi Rahayu Kudus. Pasien memiliki riwayat perjalanan dari Surabaya dan semula mengalami gejala yang mengarah ke covid-19, sehingga dinyatakan sebagai PDP. Hasil swab pasien dikonfirmasi pada hari Selasa (26/5).

Kluster dari Pasar Kobong

Kasus kesembilan merupakan kluster dari Pasar Kobong Semarang yang semula rapid test reaktif dan dilakukan swab oleh Pemprov Jateng.

“Hasil swab kami terima Rabu (27/5) pagi dan langsung kami lakukan traccing ke lokasi. Sempat ada penolakan dari keluarga, tapi kami lakukan pendekatan, sehingga pasien siap isolasi mandiri diawasi satgas desa dan kecamatan,” ungkapnya.

Kasus kesepuluh adalah petani tambak Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung. Laki-laki usia 57 tahun ini semula datag ke RSUD RA Kartini Jepara Senin (25/5) lalu atas rujukan dari RS Graha Husada.

Pasien mengalami sakit demam dan sesak napas memberat lima hari sebelum masuk RSU.

“Pasien mengaku tidak kontak dengan pasien covid-19 maupun bepergian luar kota. Tim Puskesmas saat ini masih melakukan pelacakan kontak erat pasien,” terangnya. (SRM)

Tinggalkan Balasan