KUDUS, suaramuria.com – Musim tanam (MT) I 2020-2021 di Kabupaten Kudus dikhawatirkan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kekhawatiran dipicu ketentuan pembelian pupuk bersubsidi menggunakan kartu tani mulai 1 September.

Diperkirakan, saat ini baru sekitar 30 persen petani di Kota Keretek yang sudah mempunyai kartu tani.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Kudus, Hadi Sucahyono, Selasa (1/9) menyebut MT I 2020-2021 diperkirakan dimulai Oktober-November. Pengurusan kartu tani mengacu pengalaman sebelumnya butuh waktu tiga bulan hingga empat bulan.

”Sesuai ketentuan, pembelian pupuk bersubsidi akan dilayani bila petani menunjukkan kartu tani,” katanya.

Bukan persoalan mudah mengakselerasi kepemilikan kartu tani untuk satu bulan atau dua bulan mendatang. Bank yang ditunjuk harus jemput bola ke tingkat kecamatan untuk memprosesnya. Petani yang akan mengurus harus menyiapkan berbagai legalitas sebagai syarat pengurusan kartu tani.

”Jika tidak dilakukan akselerasi akan ada persoalan serius pendistribusian pupuk bersubsidi pada MT I,” jelasnya.

Tidak menutup kemungkinan, terjadi gesekan di lapangan antara petani dan pengelola kios pupuk lengkap (KPL). Petani membutuhkan pupuk untuk tanaman padi, dengan kartu tani atau tanpa kartu tani.

Distributor mengacu ketentuan pembelian pupuk bersubsidi bila petani mempunyai kartu tani.

”KTNA Kabupaten Kudus meminta kemudahan pengurusan kartu tani hingga akhir Desember untuk menyelamatkan MT I,” tegasnya.

Distributor pupuk bersubsidi wilayah Kecamatan Undaan dan Kecamatan Mejobo, Gayuh Dwi Prasetyo, menyatakan aturan harus ditaati. Pihaknya menyadari, hingga saat sekarang belum semua petani mengantongi kartu tani.

Distributor tidak akan melayani seandainya petani tidak memiliki kartu tani. Kebijakan tidak dimaksudkan mempersulit petani, tetapi menjalankan aturan yang ada.

”Jika kami melanggar, akan dikenai sanksi,” imbuhnya. (SRM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here