Karantina Suspect Covid-19 di Pati
Kepala BPBD Martinus Budi Prasetya bersama manajemen hotel Safin saat menggelar konferensi pers pemindagan lokasi karantina suspect Covid-19. (foto : suaramuria.com)

PATI, suaramuria.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Pati memindahkan lokasi karantina suspect Covid-19 di Pati dari Hotel Safin ke Hotel Kencana.

Penggunaan Safin sebagai tempat karantina suspect Covid-19 di Pati rampung pada 20 Juni lalu. Total ada sebanyak 176 orang yang telah memanfaatkan fasilitas karantina di Safin, sejak 20 April lalu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya mengatakan, dari ratusan orang yang dirawat di Safin tercatat ada 17 orang yang dinyatakan positif dan semuanya telah sembuh.

“Kami tentu bersyukur akan hal tersebut. Ini menjadi langkah pemkab untuk menyediakan tempat karantina. Bagaimana jika orang yang positif tersebut tidak diisolasi sehingga berpotensi penularan yang lebih luas,”terangnya.

BACA : Pemkab Pati Sewa Hotel untuk Karantina Tenaga Medis

Pasca digunakan tempat isolasi, para karyawan dan petugas yang melayani di sana pun telah dilakukan rapid test. Hasilnya, meski telah dua bulan melayani namun tidak ada satupun yang reaktif.

“Oleh karena itu kami berharap jangan ada diskriminasi atau diasingkan. Semua karyawan sehat. Hotel ini pun sudah dilakukan sterilisasi sehingga sudah aman,”tegasnya.

Sementara untuk tempat karantina baru di Hotel Kencana dikatakannya bisa menampung sebanyak 94 kamar. Tim gugus telah bekerjasama untuk periode dari 10 Juni lalu hingga 20 Agustus mendatang.

“Semua disediakan pemerintah gratis jadi tidak ada beban kepada warga yang dikarantina. Sekarang ini sudah ada yang ditempatkan disana. Total ada 30 orang sedangkan yang sudah diperbolehkan pulang Sembilan orang sehingga masih 21 orang lagi.

Sterilisasi

General Manager The Safin Hotel, Udi Martono mengatakan, setelah periode penggunaan Hotel Safin untuk tempat karantina usai dilakukan, tim dari Dinas Kesehatan telah datang untuk dilakukan sterilisasi secara menyeluruh. Mulai dari kamar, lobi, hingga kawasan hotel sepenuhnya.

“Proses sterilisasi dilakukan pada 22 Juni kemarin. Sekarang ini sudah dinyatakan steril dan diterbitkan surat,”terangnya.

Dengan begitu pihaknya mengaku telah siap untuk menyambut new normal dan membuka pelayanan seperti biasa. Mulai dari tamu untuk menginap, meeting, wedding maupun kegiatan bisnis lainnya.

“Kami tentu akan memperhatikan standar protokol kesehatan secara ketat. Seperti membatasi fasilitas hanya untuk 50 persen baik di layanan meeting, wedding, maupun kamar hotel. Protokol kesehatan seperti penggunaan masker, pelindung wajah, tempat cuci tangan serta pengukuran suhu juga akan dilakukan. Makanan pun akan dikemas sehingga tetap higenis,” katanya. (SRM)

Tinggalkan Balasan