suara muria pasien sembuh
Pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh, Sukarsih, memberikan testimoni di Pendopo Kabupaten Kudus, Kamis (9/4). sore. (foto : suaramuria)

KUDUS, suaramuria.com – Disaat jumlah kasus positif Covid-19 terus melonjak di Kabupaten Kudus, seorang pasien positif Covid-19 di Kabupaten Kudus dinyatakan sembuh oleh tim dokter Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus (RSMR).

Sukarsih (28), pasien yang berprofesi sebagai perawat di RSMR itu sembuh setelah menjalani perawatan intensif selama 16 hari di ruang isolasi RSMR.

Sukarsih memberikan testimoni riwayat penyakitnya di Pendopo Kabupaten Kudus, Kamis (9/4). Hadir Plt Bupati Kudus Hartopo dan Direktur RSMR dokter Pujianto, dan jajaran tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Kudus.

Berikut testimoninya :

Saya pertama kali masuk ke RS pada tanggal 25 Maret 2020. Waktu itu saya mengalami sakit perut, mungkin karena nyeri saat haid, dan diare. Juga ada pusing. Saat periksa ke IGD, saya disarankan untuk rawat inap.

Karena sejak tanggal 21 Maret saya bertugas di Ruang Isolasi Khusus sehingga saya termasuk ODP, sejak awal saya dirawat dalam 1 kamar yang isi 1 pasien dan semua perawat dan dokter sudah menggunakan APD, tidak boleh dibesuk, dan penunggu juga dibatasi. Selama dirawat itu timbul batuk kering dan sesak nafas.

Tanggal 27 Maret 2020 dokter menyarankan saya dilakukan CT Scan Thorax atau CT Scan dada. Hasilnya ternyata mengarah ke COVID-19. Dokter bilang saya jadi PDP dan hari itu juga saya dipindah ke Ruang Isolasi Khusus untuk pasien PDP.

Tanggal 28 Maret 2020 saya dilakukan rapid test dan hasilnya ternyata positif, langsung dilanjutkan dengan swab 2 kali, yang pertama di hari yang sama dengan rapid test, yang kedua besoknya. Saat tahu bahwa hasil rapid test positif itu sebenarnya saya takut, apalagi saat dilanjut dengan swab 2 kali.

Tapi saya memilih untuk mencari kekuatan dalam doa, dan terus memotivasi diri, yakin COVID-19 bisa sembuh. Obat dan semua advis yang diberikan dokter selalu saya terima dan lakukan dengan suka cita.

Meskipun memang diisolasi, tetapi kamar yang ditempati terasa nyaman, perawat di ruang isolasi juga selalu siap menolong kebutuhan saya. Kontak dilakukan dengan WA jika tidak ada hal yang emergensi, kalau emergensi ada tombol nurse call untuk memanggil perawat.

Keluarga dan teman mensupport penuh. Saat saya membuat status yang menyenangkan agar tetap gembira, banyak tanggapan positif yang saya terima. Saya juga dikirimi renungan dan link ibadah secara streaming sehingga semakin dikuatkan.

Saat diberi tahu kalau hasil PCR positif tanggal 3 April 2020, saya agak down, artinya saya benar-benar sakit COVID-19. Tapi saya tetap menyemangati diri untuk sembuh dari COVID-19. Apalagi saat itu saya sudah 3 hari tidak ada keluhan sama sekali. Besoknya, tanggal 4-5 April 2020 saya diswab lagi 2 kali. Dokter bilang, kalau hasil 2 kali swab ini juga negatif, artinya saya benar-benar sembuh dan boleh pulang. Negatif artinya tidak ada virus lagi di tubuh saya, sehingga saat pulang juga benar-benar aman, tidak ada virus di tubuh saya yang bisa menular ke orang lain.

Semuanya indah pada waktunya. Tanggal 8 April 2020 saya diberitahu dokter bahwa hasil PCR untuk kedua swab sudah negatif, dinyatakan sembuh, bebas dari COVID-19, dan boleh pulang.

Saya bersyukur kepada Tuhan atas kesembuhan yang saya peroleh, semua hanya atas kasih karunia-Nya. Untuk masyarakat semuanya, saya mau berpesan agar tidak takut atau panik karena COVID-19, tetapi harus patuh saran Pemerintah untuk social distancing dan physical distancing.

Saya ingat 11 hari sebelum mulai sakit, saya mendatangi acara yang cukup ramai, tidak pasti apakah ada hubungannya dengan COVID-19 pada saya ini. Selain itu, minum vitamin dan obat yang diberikan dokter, selalu pakai masker, batuk dengan etika batuk yang benar. Yang tidak kalah penting adalah support dari keluarga dan teman-teman, walaupun tidak secara tatap muka.

Support dari orang-orang terdekat ini sangat menguatkan saya untuk terus berdoa, berserah, dan tetap bahagia selama perawatan sampai akhirnya sembuh. Jangan mengucilkan orang yang terkena COVID-19.

Menjaga jarak sosial dan jarak fisik memang harus dilakukan, namun kedekatan emosional dengan support yang terus diberikan melalui telepon, video call, obrolan lewat chat, atau tanggapan positif di medsos sangat-sangat membantu dalam perjuangan sembuh dari COVID-19.

BACA JUGA : PKB Bagikan Ribuan Masker, Desak Pemkab Cek Kesehatan Massal

Sembuhnya satu pasien positif ini, menurut Plt Bupati Kudus Hartopo menjadi bukti Covid-19 bisa disembuhkan. “Sepanjang mematuhi anjuran dokter, pasien bisa sembuh. Anjuran pemerintah seperti phisyical distancing dan menggunakan masker juga harus dipatuhi untuk meminimalisasi potensi tertular virus,” katanya.

Hingga Kamis sore, total sebanyak enam kasus positif Civid-19 di Kabupaten Kudus Tiga pasien masih menjalani rawat inap di ruang isolasi khusus. Satu pasien sembuh, dua lainnya telah meninggal. (SRM)

Tinggalkan Balasan