JMPPK Desak Perubahan RTRW Kembalikan Fungsi Kendeng
Sejumlah aktivis JMPPK mendatangi DPRD dan kantor bupati untuk meminta audiensi berkait revisi Perda RTRW dan menanyakan kepastian waktu penanaman tiga juta pohon di Pegunungan Kendeng. (foto : suaramuria.com)

PATI, suaramuria.com – Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) ingin memastikan revisi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pati Nomor 5 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pati tahun 2010-2030 tidak berdampak bencana.

Perwakilan mereka pun berupaya berdialog dengan DPRD Pati, namun sampai saat ini belum terealisasi.

“Kami datang ke sini untuk menanyakan kapan JMPPK diajak audiensi RTRW. Karena pada 20 Desember 2019 kami telah mengirim surat untuk audiensi dengan Komisi D,” ujar juru bicara JMPPK Gunarti.

Gunarti datang ke kantor DPRD Pati bersama sejumlah aktivis perempuan JMPPK lainnya, Rabu (8/1/2020). Kedatangan mereka hanya ditemui staf Sekretariat DPRD (Setwan) yang tidak dapat memberikan kepastian kapan audiensi diagendakan.

BACA JUGA : Marwan Jafar Kebanjiran Keluhan Pupuk Langka

Tidak hanya ke DPRD, mereka juga mendatangi pemkab untuk menemui bupati. Di tempat itu pun kondisinya sama, mereka tidak dapat menemui pejabat yang dituju.

Gunarti menjelaskan, saat mengirim surat ke DPRD, JMPPK dijanjikan audiensi setelah tahun baru. Namun, sampai sepekan setelah tahun baru belum ada kabar sehingga mereka berinisiatif menanyakan.

Sementara di kantor bupati, mereka menunggu sekitar dua jam. Karena tak kunjung ditemui bupati atau pejabat lain, maka mereka beranjak pulang.

Dia mengemukakan, JMPPK memiliki kepentingan untuk menjaga Pegunungan Kendeng dari kerusakan. Alasan itu menjadikan mereka untuk ikut memberi masukan kepada pemkab dan DPRD agar mengembalikan fungsi Pegunungan Kendeng seperti semula, yakni untuk kawasan lindung, pertanian, dan pariwisata.

“Kalau yang terjadi saat ini jutsru Kendeng dijadikan kawasan industri dan pertambangan. Kami khawatir atas kondisi itu karena bisa berdampak bencana. Wilayah di sekitar Kendeng sudah sering banjir, jadi perlu dipertimbangkan pengalihan fungsi Kendeng sebagai kawasan pertambangan dan industri,” katanya.

Tanyakan Penanaman Tiga Juta Pohon

Sementara, Gunarti mengungkapkan tujuan JMPPK menemui bupati. Mereka hendak menanyakan pelaksanaan penanaman tiga juta pohon di wilayah Pegunungan Kendeng. Rencana itu sempat disampaikan Sekda Pati Suharyono saat rapat koordinasi revitalisasi kawasan, baru-baru ini.

Rakor digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah di Hotel New Merdeka. Dalam kesempatan itu diambil tema “Mewujudkan Kawasan Kendeng yang Makmur dan Ijo Royo-Royo’.

“Kami bersama warga Pegunungan Kendeng siap bergotong royong untuk menanam dan menjaganya. Itu agar Kendeng sesuai dengan harapan Pak Bupati, yakni supaya kembali hijau,” tandasnya.(SRM)

Tinggalkan Balasan