laga minton suara muria
Atlet asal Kabupaten Pati Jesslyn Carrisia (10) saat menjalani pertandingan pada final audisi PB Djarum di GOR Djarum Jati Kudus. (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Perjalanan atlet cilik Jesslyn Carrisia (10), untuk lolos audisi beasiswa bulu tangkis 2019 PB Djarum bak pepatah banyak jalan menuju Roma.

Berasal dari Kabupaten Pati, Jesslyn menembus ketatnya pintu audisi beasiswa bulu tangkis dari Kota Bandung, Jawa Barat.

Bandung menjadi kota pertama, dari total lima kota audisi klub yang bermarkas di Kudus itu. Kudus adalah kota terakhir. Tak ingin kehilangan kesempatan, atlet yang menimba ilmu di PB Efrance itu memilih ikut audisi di Bandung.

“Jika lolos masih punya banyak waktu untuk istirahat menuju grand final, jika pun tidak lolos masih ada kesempatan ikut audisi di kota berikutnya,” kata Sulistyono, kakek Jesslyn, Senin (2/12).

BACA JUGA : Inilah 18 Atlet Baru PB Djarum Hasil Audisi 2019

Turun di kelompok U-11, murid SD Rajawali Juwana ini berhasil mencuri perhatian tim pelatih PB Djarum.

Ia lolos hingga tahap akhir setelah menjalani karantina selama sekitar seminggu di PB Djarum. Nama Jesslyn dipilih tim pelatih PB Djarum bersama 17 atlet cilik U11 dan U13 lainnya.

PB Djarum memilih atlet di kelompok U-13 putra sebanyak tiga atlet, U-13 putri sebanyak tiga atlet, U-11 putra sebanyak tujuh atlet, dan U-11 putri sebanyak lima atlet.

Hebatnya, Jesslyn adalah satu-satunya atlet dari wilayah Muria yang lolos audisi yang diikuti sebanyak 4.118 atlet dari berbagai daerah di Indonesia itu.

Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi mengatakan, pelatih PB Djarum melakukan observasi secara mendetail baik dari sisi skill, fisik dan daya juang terhadap sebanyak 55 peserta yang lolos tahap karantina.

“Dari evaluasi di Tahap Karantina inilah pelatih PB Djarum memutuskan siapa saja yang layak menerima Beasiswa Bulutangkis tahun ini. Kami akan melakukan pembinaan seefektif mungkin menuju jenjang juara,”katanya.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum Yoppy Rosimin mengatakan, bergabungnya para pebulutangkis muda tersebut merupakan titik mula perjalanan menapaki tangga juara bersama PB Djarum.

Disebutkan, perjuangan 18 atlet muda untuk bergabung dengan PB Djarum melalui jalur Audisi Umum tidaklah mudah.

Di tahap awal, mereka harus berjuang meraih Super Tiket dari rangkaian Audisi Umum 2019 yang diselengarakan di lima kota yakni Bandung, Purwokerto, Surabaya, Solo Raya, dan Kudus.

Selain bersaing ketat dengan peserta lainnya, kemampuan para atlet belia juga dipantau langsung oleh Tim Pencari Bakat yang berisikan legenda bulutangkis Indonesia dan pelatih PB Djarum. Hasilnya, terpilihlah 133 atlet muda yang melaju ke tahap final audisi umum.

“Alasan Audisi Umum diadakan di berbagai kota di Indonesia untuk memudahkan para orangtua baik dari segi biaya maupun waktu sehingga anak-anaknya tetap bisa mengikuti proses seleksi yang kami lakukan,” kata Yoppy. (SRM)

Tinggalkan Balasan