JARI REMBANG
Jaringan Aliansi Rembang Peduli (JARI)

REMBANG, suaramuria.com – Meskipun belum muncul calon resmi, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Kabupaten Rembang tahun 2020 mulai memanas di media sosial. Kondisi ini membuat Jaringan Aliansi Rembang Peduli (JARI) prihatin.

Aliansi yang terdiri dari Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gema Saba), Laskar Santri Nusantara (LSN) dan Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani (HKTI) Kabupaten Rembang itu merasa perlu untuk mengeluarkan pernyataan sikap dan ajakan untuk melaksanakan Pilbup Kabupaten Rembang tahun 2020 yang bermartabat.

Koordinator JARI Kabupaten Rembang, Ahmad Najieh SH mengatakan dalam pertemuan pada Sabtu malam, JARI sepakat untuk mengajak semua kalangan untuk melaksanakan pilbup yang bertanggungjawab.

”Demokrasi yang serba bebas tanpa tanggungjawab moral yang tinggi hanya menghasilkan kehidupan politik nasional yang sarat transaksional, korupsi, politik dinasti dan gaya hidup elit yang jauh dari standar moralitas agama dan budaya luhur bangsa Indonesia,” kata dia.

Dia mengatakan JARI mendukung sepenuhnya penyelenggaraan Pilbup yang bermutu, demokratis, konstitusional, dan bekeadaban.

”Komisi Pemilihan Umum (KPU), agar menuntaskan hal-hal yang berkait langsung dengan penyelenggaraan terutama Daftar Pemilih Tetap (DPT) secara cepat, objektif, profesional, akuntabel dan terbuka. KPU harus bekerja lebih keras untuk memastikan agar tidak ada seorangpun warga negara yang kehilangan hak konstitusionalnya karena setiap suara akan menentukan konstelasi politik dan nasib masa depan Kabuapaten Rembang,” terang dia.

Dia juga menjelaskan Pilbup Kabupaten Rembang tahun 2020 harus menjadi tonggak untuk menghasilkan pemimpin yang kompeten, amanah serta berakhlak.

”Pemimpin daerah harus memiliki komitmen dan kontrak moral untuk sebesar-besarnya berkhidmat bagi kemajuan Kabupaten Rembang serta bertekad tidak melakukan korupsi dan segala bentuk penyimpangan yang menghancurkan masa depan Kabupaten Rembang. Selain itu juga untuk mengakhiri praktik demokrasi prosedural-transaksional,” jelas dia.

Kontestasi Politik

Najieh berharap para calon beserta pendukungnya bisa mengedepankan kontestasi politik yang bermartabat, kampanye yang santun dan mencerdaskan, bersaing secara sehat dan membangun kebersamaan, mengutamakan program, dan menaati segala ketentuan yang berlaku.

”Calon Kepala Daerah beserta pendukungnya hendaknya mendidik dan memberdayakan calon pemilih secara cerdas dan bermoral, tidak melakukan praktik politik uang, memecah belah dan memicu konflik, serta menjauhi segala bentuk pembodohan politik yang mematikan akal sehat dan idealisme kebangsaan. Calon Kepala Daerah beserta pendukungnya harus kembali ke Khittah Kebangsaan yakni sebagai pejuang kepentingan rakyat,” tegas dia.

Kepada seluruh masyarakat Rembang, khususnya yang memiliki hak pilih pada PIlbup Rembang, JARI berharap hendaknya menggunakan hak politiknya secara cerdas dan bermartabat, menjunjung tinggi kejujuran dan kebersamaan, serta terus mengawasi para Calon Kepala Daerah yang telah dipilih agar benar-benar menjalankan amanat dengan sebaik-baiknya.

”Rakyat harus memiliki kedaulatan moral dan politik dalam menentukan para wakilnya, serta tidak boleh terkecoh oleh permainan politik yang menjual citra dan janji-janji politik murahan yang tidak sejalan dengan kenyataan. Kepada seluruh masyarakat Rembang agar berpartisipasi dalam proses demokrasi dalam Pilkada secara aktif, cerdas dan bertanggungjawab. Masyarakat hendaknya menempatkan perbedaan pilihan sebagai sebuah keniscayaan demokrasi dan tidak terprovokasi,” tandas dia. (SRM)

Tinggalkan Balasan