- Advertisement -spot_img
30.9 C
Kudus
Senin, 18 Oktober 2021
BerandaKudusJamin Layanan Kesehatan Warga Miskin, Kudus Anggarkan Rp 32 Miliar

Jamin Layanan Kesehatan Warga Miskin, Kudus Anggarkan Rp 32 Miliar

- Advertisement -spot_img

KUDUS,suaramuria.comPemkab Kudus mengalokasikan anggaran sebesar Rp 32,220 miliar untuk pengelolaan jaminan kesehatan masyarakat. Anggaran yang berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCHT) itu digunakan untuk mendukung capaian Universal Health Coverage (UHC) atau cakupan kepesertaan pada program JKN, terutama layanan kesehatan untuk warga miskin.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kudus Badai Ismoyo menambahkan, total ada sebanyak 57.803 warga Kudus yang mendapat PBI JKN. Program itu dikhususkan untuk layanan kesehatan warga miskin. Mereka bisa mendapatkan pelayanan peserta kelas 3 JKN secara gratis.

Ditambah jumlah peserta JKN dari kategori lainnya, cakupan kepesertaan program JKN di Kabupaten Kudus mencapai 81,14 persen pada awal September ini. Angka ini memang masih jauh dari target UHC minimal 95 persen.

BACA JUGA : Tak Isi DTKS JKN, Warga Terancam Tak Bisa Gunakan KIS

Badai menambahkan, usulan anggaran pengelolaan jaminan kesehatan masyarakat yang mencapai Rp 32 miliar pada APBD tahun ini sebelumnya diproyeksikan cukup untuk mencapai UHC.

Namun karena adanya kenaikan tarif layanan JKN, pihaknya pun terpaksa melakukan penyesuaian dengan anggaran yang tersedia.

Peserta Mandiri

Terlebih Pemkab Kudus diwajibkan memberikan bantuan iuran kepada peserta JKN kelas 3 mandiri sebesar Rp 2.800 per orang. Total ada sekitar 35 ribu peserta JKN kelas 3 mandiri di Kabupaten Kudus yang mendapat bantuan iuran dari Pemkab Kudus.

“Kami sadari kemungkinan masih ada masyarakat kurang mampu yang terlewat belum mendapatkan JKN gratis. Karena itu kami sudah menyiapkan program JKD yakni layanan rawat inap gratis di ruang kelas III RSUD dr Loekmonohadi Kudus,” katanya.

Jika pun nanti ada warga kurang mampu yang sakit namun belum memiliki kartu JKN, Badai memastikan mereka tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di rumah sakit.

Jika ada warga kurang mampu yang tiba-tiba sakit, kata dia, bisa dirawat dulu di RSUD Kudus sambil kartu JKN nya diproses oleh petugas.

Tahun ini, Pemkab Kudus mengalokasikan anggaran sebesar Rp 16 miliar untuk program JKD kelas 3 gratis ini. “Jadi tidak ada istilah warga yang tidak tertangani. Yang penting saat warga kurang mampu sakit, mereka bisa segera mendapat jaminan pelayanan kesehatan,” katanya. (srm)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

1,011PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: