- Advertisement -spot_img
32.9 C
Kudus
Rabu, 22 September 2021
BerandaKudusIzin Ribuan Usaha Diproses Sistem Baru, Cek Perbedaannya

Izin Ribuan Usaha Diproses Sistem Baru, Cek Perbedaannya

- Advertisement -spot_img

KUDUS, suaramuria.com – Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Kabupaten Kudus siap menerapkan online single submission-risk based approach (OSS-RBA) atau sistem perizinan berusaha berbasis risiko, yang direncanakan dimulai 2 Agustus. Proses Izin ribuan usaha baru akan kini menggunakan sistem baru itu.

Sistem pengurusan perizinan tersebut akan meningkatkan tanggung jawab pelaku usaha terkait dampak kegiatan usahanya.

Kepala DPMTSP Revlisianto Subekti, Minggu (1/8) mengatakan, pihaknya tengah memproses sebanyak 1.702 izin usaha dengan menggunakan sistem baru. Pemberian izin mengacu klasifikasi lingkungan rendah, menengah tinggi dan tinggi.

”Pengurusan izin lainnya menyusul,” katanya.

BACA JUGA : Tak Dilibatkan dalam Perizinan, Satpol PP Kesulitan Awasi Toko Modern Baru

Pemberian izin menjadi kewenangan Pemerintah Pusat. Pengurusan awal di tingkat daerah harus memenuhi izin dasar seperti IMB, izin lingkungan dan Sertifikat Laik Fungsi.

Penerapan OSS-RBA terkait Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Selain itu, aturan sistem baru juga mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, merupakan Peraturan Pemerintah sebagai pelaksanaan ketentuan Pasal 12 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, kata Revli,risiko yang menjadi dasar Perizinan Berusaha yakni menjadi Risiko rendah, menengah rendah, menengah tinggi, dan tinggi.

”Untuk persyaratan kegiatan usaha Risiko rendah, pelaku usaha hanya boleh memiliki nomor induk berusaha (NIB) saja,” ujarnya.

Untuk kegiatan usaha Risiko menengah rendah, kata dia, pelaku usaha wajib memiliki NIB dan pernyataan pemenuhan Sertifikat Standar.

Sementara itu, mereka yang bergerak pada kegiatan usaha Risiko menengah tinggi, pelaku usaha wajib memiliki NIB dan Sertifikat Standar yang telah terverifikasi. “Sedangkan untuk kegiatan usaha Risiko tinggi, Pelaku Usaha harus memiliki NIB dan Izin yang telah terverifikasi,” katanya. (srm)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

1,011PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: