- Advertisement -spot_img
24.2 C
Kudus
Senin, 27 Juni 2022
BerandaKudusInsenerator RSUD Kudus Rusak, Komisi D Minta Diaktifkan Kembali dengan Standar Tinggi

Insenerator RSUD Kudus Rusak, Komisi D Minta Diaktifkan Kembali dengan Standar Tinggi

- Advertisement -spot_img

KUDUS,suaramuria.comKomisi D DPRD Kudus menyoroti kondisi insenerator RSUD dr Loekmonohadi Kudus yang rusak parah. Mesin pembakar sampah medis RSUD Kudus itu kini tidak terpakai sejak dua tahun terakhir.

Ketua Komisi D DPRD Kudus Ali Ihsan mengatakan, keberadaan insenerator itu diperlukan untuk mengurangi sampah medis agar tidak terbuang sembarangan.

“Insenerator ini juga tidak melanggar regulasi. Hanya saja perlu diperbaiki lagi agar memenuhi standar yang ada,” katanya.

BACA JUGA : Dapat Kucuran Anggaran Besar Tiap Tahun, Bupati Kudus Sentil Pelayanan RSUD Harus Prima

Ali Ihsan bersama anggota DPRD Kudus melihat langsung kondisi insenerator RSUD Kudus, Rabu (18/5).

Lokasi insinerator tersebut berada di bagian belakang ruang pemulasaraan jenazah. Kondisi mesinya tidak beroperasi. Untuk pemusnahan limbah rumah RSUD dr Loekmonohadi Kudus,kini harus melibatkan pihak ketiga.

Pihaknya mendesak insinerator tersebut bisa berfungsi kembali. Jika memang dibutuhkan anggaran perawatan atau pengadaan baru, pihak RSUD bisa mengajukan anggaran.

“Karena ini asapnya tidak sesuai maka dihentikan nanti bisa tercemar. Kebutuhan insinerator ini sangat mendesak kebutuhannya pemanfaatnnya bisa untuk pemusnahan limbah medis RSUD maupun puskesmas,” katanya.

Wakil rakyat dari PKB itu menambahkan, keberadaan mesin pembakaran limbah tersebut tidak melanggar Peraturan daerah Rencana Tata Ruang Tata Wilayah (RTRW) Kabupaten Kudus tahun 2022-2042. Sebab di dalam aturan yang sahkan yang tidak diperbolehkan adalah proses pengolahan limbah B3.

“Jika diaktifkan ini tidak melanggar Perda RTRW yang disahkan. Hanya saja ketika nanti aktif lagi harus sesuai dengan standar tinggi, jangan sampai warga sekitar protes lagi karena asap,” ujarnya.

Sebelumnya, warga Desa Ploso pernah memprotes pembakaran sampah medis yang dilakukan oleh RSUD dr Loekmonohadi Kudus. Pembakaran sampah medis itu diduga menyebakan polusi udara.

Biaya Penanganan

Menanggapi itu, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD dr Loekmonohadi Kudus Sugiarto mengatakan, volume sampah medis RSUD Kudus mencapai 300 kilogram per hari. Sejak insenerator rusak, pihak RSUD Kudus bergantung dengan pihak ketiga.

insenerator RSUD Kudus
Anggota Komisi D DPRD Kudus meninjau insenerator RSUD Kudus, Rabu (18/5). (foto : suaramuria.com/dok)

Dari perjanjian yang ditandatangani dengab pihak ketiga, pihak RSU harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 9 ribu per kilogram sampah.

Sampah tersebut diangkut oleh pihak ketiga ke Semarang untuk dimusnahakan. Pengambilannya dilakukan empat kali dalam satu Minggu.

Sugiarto mengatakan, kondisi insenerator tersebut sudah rusak dua tahun terkahir. Atau bertepatan pada tingginya kasus Covid-19 di Kudus.

“Sudah tidak beroperasi lagi sekarang, sementara waktu kami menggunakan jasa pihak ketiga untuk pemusnahan limbah,” katanya.

Sugiarto menambahkan, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kerusakan. Di antaranya kondisi insinerator yang telah berumur. Alat pemusnah sampah medis itu sudah ada semenjak 2015 silam.

“Sesuai syarat ada dua alat skribel, satunya rusak sehingga partikel tidak mau turun. Itu ada batu api yang runtuh. Sudah pernah diperbaiki namun macet lagi, mungkin faktor usia,” terangnya.

Alat insinerator tersebut, sebelumnya sempat dioperasikan. Namun asap yang keluar hitam pihak RSUD kemudian menghentikannya.

Langkah ke depannya, Sugiarto akan melihat terlebih dahulu anggaran yang ddibutuhkan untuk perawatan maupun pengadaan insinerator baru.

“Kami lihat dulu mana yang memungkinkan, bisa perawatan atau bangun baru,” katanya. (srm)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

443FansSuka
397PengikutMengikuti
37PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Berita Terkait

- Advertisement -spot_img

Berita Suara Muria Terkini

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini