PATI – Anggota komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Imam Suroso,  kembali memberikan perhatiannya terhadap kalangan pondok pesantren. Kali ini politisi asal PDI Perjuangan itu menggandeng kementrian tenaga kerja (Kemenaker) untuk memberikan bantuan gedung balai latihan kerja (BLK) lengkap berikut peralatannya.

Dengan bantuan tersebut, diharapkan kedepannya para santri dapat diberikan bekal tak hanya agama dan pendidikan namun juga ketrampilan dan keahlian kerja. Sehingga setelah lulus mereka diharapkan dapat terjun ke masyarakat dengan bekal yang lengkap.

Dalam progam tersebut, tercatat ada empat pondok pesantren dengan total anggaran hingga Rp 4 miliar. Anggota DPR RI Imam Suroso menyebutkan anggaran tersebut memang digunakan untuk memberikan gedung balai latihan kerja lengkap dengan peralatannya.

“Ada empat titik. Yakni Pondok pesantren Roudlatul Falah Gembong, Ponpes Permata Kajen Margoyoso, Ponpes Al Istianah Plangitan Pati serta ponpes Assalafi Miftahul Hudan Ngroto Grobogan,” terangnya.

Diharapkan dengan adanya bantuan fasilitas tersebut dapat memperkuat bekal santri maupun pemuda yang ada di sekitarnya. Selain fasilitas tersebut pihaknya juga akan mendorong dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) agar dapat membantu dalam penyaluran tenaga kerjanya.

“Sehingga saat sudah lulus bisa langsung diarahkan ke dunia usaha maupun dunia industri,”imbuh pria yang karib disapa Mbah Roso ini.

Ahmad Jailani ketua Dewan Pembina Roudlatul Falah Gembong mengaku bersyukur kepada Imam Suroso. Dia berharap dengan bantuan fasilitas tersebut dapat turut membantu membesarkan SMK Tiara yang juga binaan pesantren Roudlatul Falah.

“Disamping sekolah dan mengaji tentunya juga butuh ketrampilan. Rencananya nanti akan difokuskan untuk pelatihan las yang akan kami sinergikan dengan jurusan otomotif yang ada di sekolah ini,”tambahnya.

Mujiburohman, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Permata Kajen mengapresiasi langkah pemerintah dalam mendukung dunia pesantren. Seperti halnya lewat hari santri, undang-undang pesantren hingga progam BLK komunitas yang salah satunya diberikan ke ponpesnya.

“ Kami juga berterima kasih kepada Imam Suroso yang telah membuka akses program tersebut. Ini tentu bermanfaat untukpembekalan skill kepada anak-anak kami,”imbuhnya.

Dalam progam tersebut pihaknya mengaku memilih BLK dengan progam informasi tekhnologi (IT). Progam itu dipilih lantaran melihat perkembangan zaman yang bergerak di era digital ini.

“Sehingga nantinya santri juga memiliki ketrampilan sesuai dengan yang dibutuhan di era seperti sekarang ini. Kami juga akan mengembangkannya ke industri kreatif,”tambahnya.

Seperti diketahui, pada program BLK komunitas ini ada banyak pilihan kegiatan. Seperti las, bengkel, IT, hingga industri kreatif. (SRM)

Tinggalkan Balasan