suara muria listrik
Sejumlah pekerja memperbaiki jaringan listrik di Jalan Pramuka Kota Kudus. (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – PLN (Persero) Kudus terus melakukan pemasangan isolator tekep atau pelindung isolator guna mengatasi gangguan kelistrikan terutama pada sistem saluran utama tegangan menengah (SUTM) 20 Kilo Volt (KV).

Asesoris yang terbuat dari bahan plastik tersebut, selain dapat mengurangi gesekan yang mengakibatkan kerusakan tali pengikat kabel isolator, juga  mampu mereduksi gangguan listrik padam yang disebabkan hewan liar.

BACA JUGA : Tiang Listrik Roboh Diterjang Puting Beliung

Gangguan listrik juga banyak disebabkan pohon tumbang, serta patahan cabang dan ranting yang menimpa jaringan akibat tiupan angin kencang, terutama saat musim hujan. Selain itu gangguan akibat petir, cuaca ekstrim, pekerjaan bangunan, peralatan jaringan, gardu listrik dan komponen kelistrikan lainnya, serta faktor force major.

“Gangguan paling mendominasi penyebab listrik padam diakibatkan oleh pohon tumbang, serta patahan cabang dan ranting yang mengenai jaringan,” ujar Manager Bagian Jaringan Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Kudus, Gati Jayeng Wibowo.

Untuk itu pihaknya meminta kepada masyarakat agar menghindarkan pepohonan dari jaringan. Jarak antara pohon dan jaringan PLN minimal tiga meter, sehingga apabila rimbun pohon terlalu dekat maka harus dilakukan pemotongan dan perambasan.

Hanya untuk pemotongan batang dan ranting pohon, harus koordinasi dengan PLN karena kegiatan itu cukup membahayakan.

Sedang terkait gangguan hewan seperti burung, tikus, ular dan kelelawar, pihaknya memasang pelindung isolator terutama pada jaringan tegangan menengah (JTM), yang berfungsi mengisolasi konduktor atau penghantar sehingga tidak bisa dilalui arus listrik.

Di bagian isolator yang terbuka sering terdapat hewan liar, hingga terjadi konduksi dan menyebabkan listrik trip atau padam.

Pemasangan isolator tekep lebih banyak dilakukan di daerah rawan yang dekat dengan rerimbunan pohon. Untuk pemasangan pelindung di kawasan perkotaan relatif kecil, karena minim gangguan hewan.

Sementara untuk penanganan gangguan listrik padam agar dapat segera ditangani, pihaknya menyiapkan sejumlah tim yang siaga setiap kali terjadi

gangguan jaringan. Termasuk menyiapkan satu tim untuk Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) yang beranggotakan 7 orang.

“Tim PDKB memiliki kemampuan khusus menangani gangguan pada tegangan

tinggi tanpa harus mematikan listrik,” jelas Gati Wibowo.

Sedang penanganan kerusakan jaringan telah disiapkan delapan tim untuk perbaikan jaringan yang membutuhkan alat berat. Tim yang beranggotakan 7 sampai 9 orang ini dilengkapi crane. Pihaknya memiliki petugas pelayanan teknis yang berjumlah 21 tim dan siap siaga selama 24 jam.

Saat terjadi gangguan jaringan pihaknya harus memadamkan aliran listrik. Untuk pemadaman terencana, PLN berusaha melayangkan pemberitahuan kepada para pelanggan.

Humas UP3 PLN Kudus, Nurbowo menambahkan, PLN terus berusaha meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan dengan berusaha menekan jumlah gangguan listrik padam. Seluruh UP3 PLN Kudus saat ini terdapat 1,4 juta pelanggan, sekitar 300 ribu pelanggan tinggal di Kota Keretek. (SRM)

Tinggalkan Balasan