- Advertisement -spot_img
28.9 C
Kudus
Rabu, 23 Juni 2021
BerandaPatiHasil Pilkades Empat Desa di Pati Digugat ke PTUN

Hasil Pilkades Empat Desa di Pati Digugat ke PTUN

- Advertisement -spot_img

PATI,suaramuria.com – Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Pati menyisakan sejumlah masalah. Tahapan Pilkades empat desa digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang.

Berdasar data dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara PTUN Semarang terdapat sejumlah gugatan berkait Pilkades di Pati. Di antaranya, Pilkades Desa Badegan (Kecamatan Margorejo), Glonggong (Kecamatan Jakenan), dan Kletek (Kecamatan Pucakwangi).

BACA JUGA : Polres Analisis Kesiapan Protokol Kesehatan dalam Pilkades

Bupati Pati Haryanto membenarkan adanya gugatan ke PTUN atas hasil Pilkades di empat desa tersebut.

“Ada empat (Pilkades) yang digugat di PTUN. Ada yang ijazah (calon kades) digugat, tahapan digugat, selisih hitungan digugat, dan lainnya,” ujar Bupati Haryanto saat pelantikan calon kades sesi empat di Pendapa Kabupaten Pati, Senin (24/5).

Bupati menegaskan, gugatan di PTUN tidak menjadi alasan untuk menunda pelantikan calon kades terpilih di desa bersangkutan. Mengingat, tidak ada satu pun aturan yang dapat menjadi landasan.

“Memang ada permintaan dari sejumlah pengacara dan tokoh masyarakat untuk menunda. Tetapi tidak ada aturan untuk menunda pelantikan, kecuali kalau ada perintah pengadilan, itu saya lakukan,” tandasnya.

Pelantikan 215 calon kepala desa terpilih hasil Pilkades serentak menerapkan protokol kesehatan ketat sehingga terbagi empat sesi dalam dua hari.

Dua sesi pertama dilakukan pada Sabtu (22/4) dan dua sesi berikutnya pada Senin (24/5). Semua pihak yang hadir sebelumnya dipastikan negatif Covid-19 melalui tes swab antigen.

Haryanto menjelaskan, Pilkades serentak gelombang pertama 2021 sejatinya berlangsung di 219 desa.

Satu Calon

Namun, pelaksanaan di empat desa gagal lantaran masing-masing hanya terdapat satu calon, yakni Desa Cengkalsewu (Kecamatan Sukolilo), Kebonturi (Jaken), Desa/Kecamatan Margorejo, dan Wirun (Winong).

“Empat desa nanti menunggu, tidak bisa Pilkades dalam waktu dekat. Pelaksanaannya menunggu sampai 2025. Jadi ada penjabat (Pj) kades cukup lama,” paparnya.

Selain itu, bupati juga mengungkapkan terdapat enam kepala desa yang meninggal dunia sehingga perlu dilakukan Pilkades antarwaktu pada 3 Juli. Daerah itu terdiri atas Desa Bumirejo (Juwana), Margomulyo (Juwana), Pakis (Tayu), Bageng (Gembong), Tanjang (Gabus), dan Desa/Kecamatan Margoyoso. (srm)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

1,011PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: