- Advertisement -spot_img
30 C
Kudus
Minggu, 16 Mei 2021
BerandaKudusHartopo Minta Penyedotan Banjir di Areal Pertanian Dituntaskan

Hartopo Minta Penyedotan Banjir di Areal Pertanian Dituntaskan

- Advertisement -spot_img

KUDUS, suaramuria.com – Penanganan banjir yang masih menggenangi sebagian wilayah Kabupaten Kudus menjadi prioritas Pemkab Kudus. Tak hanya di lingkungan permukiman warga, Plt Bupati Kudus HM Hartopo juga memerintahkan agar banjir yang masih merendam areal pertanian segera dituntaskan.

Hal itu disampaikan Hartopo saat meninjau areal persawahan yang masih terendam banjir di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Di desa itu, masih ada lahan seluas 20 hektare yang terendam banjir.

Untuk mengurangi genangan, Pemkab Kudus menerjunkan sebanyak 20 unit pompa untuk menyedot banjir. “Lahan pertanian juga menjadi prioritas penanganan dari banjir. Karena itu pompanisasi perlu dikebut,” katanya.

BACA JUGA : Kudus Tertarik Gunakan GeNose untuk Percepat Tracing

Hartopo hadir didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Camat Kaliwungu, Kepala Desa Setrokalangan, perwakilan BBWS Pemali Juana, dan DPW Perhiptani Jawa Tengah.

Hartopo menjelaskan, pompanisasi dilakukan agar petani dapat segera bercocok tanam. Mengingat, pada bulan Maret, biasanya petani menanam buah melon. Namun, adanya genangan tersebut membuat petani gelisah.

Oleh sebab itu, Hartopo meminta proses penyedotan air segera diselesaikan. Jika terdapat hambatan ataupun kendala, pihaknya meminta agar segera berkoordinasi.

“Ini semua agar petani disini bisa segera beraktivitas. Musim tanam mau mulai. Maka, saya minta Dinas Pertanian dan Pangan untuk segera berkoordinasi dengan dinas terkait. Kalau ada kekurangan, segera dikomunikasikan,” katanya.

Desa Kirig

Selain di Desa Setrokalangan, Pemkab Kudus juga mengebut penyedotan banjir di areal persawahan Desa Kirig, Kecamatan Mejobo.

Untuk penanganan banjir jangka panjang, lanjut Hartopo, pihaknya juga terus berkomunikasi dengan BBWS Pemali Juana untuk normalisasi SWD 1. “Selalu komunikasi dengan kami. Baik penanganan prabencana maupun pascabencana. Ini semua adalah upaya agar Kudus bisa lepas dari banjir,” jelasnya.

Hartopo menambahkan, Pemkab Kudus juga akan membentuk tim khusus perawatan talut dan tanggul.

Terkait dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Kudus tentang tim khusus perawatan talud dan tanggul, Hartopo mengaku masih dilakukan kajian. Petugas dinas terkait akan terlibat dalam tim khusus tersebut.

“Tim itu akan menjalankan tugasnya untuk mengecek dan memantau tanggul saat musim kemarau,” katanya. (srm)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

1,011PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: