hari jadi jepara
Forkompimda Jepara melakukan ziarah ke makam tokoh-tokoh pendahulu Kabupaten Jepara. (foto : suaramuria.com)

JEPARA, suaramuria.com – Rangkaian peringatan hari ulang tahun ke-471 Kabupaten Jepara akhirnya diselenggarakan secara sederhana. Rangkaian peringatan hari jadi ini dimulai Rabu (8/3/2020), dengan prosesi ziarah ke sejumlah tokoh pendahulu Kabupaten Jepara.

Ziarah dilakukan mulai dari makam Mbah Panggang, makam Pangeran Syarif, dan makam Citrosoema 2 di Pemakaman Gedong Bapangan, makam Citrosoema di Sendang, Kalinyamatan, makam Mantingan, serta makam Mbah Daeng, Krapyak, Tahunan.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Jepara Dian Kristiandi mengatakan, hari jadi KOta Jepara berlangsung di tengah pandemi virus korona. Oleh karena itu hanya digelar prosesi inti dengan menghapus seluruh acara hiburan dan keramaian.

BACA JUGA :Perusahaan Diminta Salurkan CSR ke Warga

Prosesi yang masih tersisa pun hanya diikuti kalangan terbatas. Karena protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid-19 memang diatur untuk tidak mengadakan kegiatan yang mengakibatkan kerumunan atau pengumpulan massa.

”Puncak peringatan hari jadi yang biasanya tanggal 10 April dengan upacara di alun-alun dengan sejumlah kegiatan penyerta sudah ditiadakan,” katanya.

Untuk kegiatan ziarah sendiri masih ada rangkaian, prosesi buka luwur makan Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat di Mantingan, Kamis (9/4/2020). Rangkaian kegiatan ini hanya diwakili forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) dalam kegiatan ini.

Buka luwur rencananya dimulai pukul 14.30 WIB. Forkopimda yang mewakili seluruh masyarakat Jepara akan berangkat dari Pendopo Kartini menuju makam Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat di Mantingan. (SRM)

 

Tinggalkan Balasan