PATI, suaramuria.com – Gethuk runting kini jadi takjil pilihan bagi warga Pati. Banyak warga yang menjadikan jajanan berbahan dasar ketela pohon untuk camilan saat berbuka puasa bagi umat muslim.

Jajanan tradisional yang tengah trend saat puasa kali ini memang telah banyak dikenal bagi warga Pati. Bahkan banyak warga yang rela antre untuk mendapatkan gethuk tersebut.

Rasa ketela pohon yang dimasak dan ditumbuk hingga kenyal itu menjadi tambah mantap lantaran dipadukan dengan taburan parutan kelapa dan gula merah diatasnya. Tak ayal rasa manis, empuk dan legit menjadi ciri khas jajanan tersebut. Rasanya pun berbeda dengan varian gethuk yang lain.

Mufaat, salah seorang penikmat gethuk runting mengaku menjadikan jajanan tersebut sebagai favoritnya untuk berbuka puasa. Dia suka memadukannya dengan secangkir kopi pahit sehingga tambah nikmat.

“Rasanya jadi keingat saat masa kecil dulu. Orang tua suka memakan gethuk ini dengan kopi. Ada sensasi kembali ke masa lalu,”ujarnya.

Diapun mengaku rela harus antre lantaran pembeli gethuk yang cukup banyak. Bahkan dia mengaku harus datang lebih awal agar tak kehabisan. Harganya pun diakuinya relative cukup murah.

“Anak kecil pun banyak yang suka. Apalagi memang ada rasa manisnya,”imbuhnya.

Sementara itu, Siti Rohmah, seorang penjual Gethuk Runting mengamini jika peminat jajanan tersebut meningkat saat bulan puasa. Dalam sehari, selama bulan puasa diakuinya sedikitnya 200 bungkus gethuk runting bisa habis.

“Satu bungkus , dijual dengan harga Rp 1500 saja, namun jika dimakan di tempat diberi harga 2500 rupiah , per porsinya karena lebih banyak,”terangnya.

BACA JUGA : Menyambut Malam Lailatul Qadar

Jika menjelang berbuka puasa , Siti Rohmah mengaku kewalahan dengan banyaknya pembeli. Apalagi getuk runting, selalu di rindukan tidak hanya bagi masyarakat Pati saja namun juga yang berada diluar daerah.

“Saat lebaran getuk runting juga banyak menjadi pilihan masyarakat yang mudik, selain soto kemiri dan nasi gandul,”tambahnya.(srm)

Tinggalkan Balasan