nelayan hilang di pati
Tim dari Satpolairud Polres Pati dan Basarnas saat bersiap melakukan pencarian nelayan yang dilaporkan menghilang Kamis (23/7). (foto : suaramuria.com)

PATI, suaramuria.com – Gelombang tinggi menghambat pencarian nelayan hilang di Pati. Nelayan yang masih remaja itu diketahui bernama Ragil Permana Putra, seorang nelayan asal Desa Keboromo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, dilaporkan hilang pada Rabu (22/7) kemarin.

Sedikitnya delapan kapal bahkan telah diterjunkan untuk membantu proses pencarian nelayan hilang di Pati itu. Selain kapal milik relawan, juga satu kapal dari Basarnas dan dua kapal dari Satpolairud Polres Pati. Hanya saja hingga Kamis (23/7) siang belum juga berhasil diketemukan.

“Saat mendapatkan laporan pada Rabu (22/7) kemarin proses pencarian langsung dilakukan. Namun hingga pukul 17.00 belum juga diketemukan akhirnya kami tarik terlebih dahulu dan dilanjutkan pada Kamis (23/7) ini,”ujar Kapolres Pati AKBP Arie Prasetya Syafaat melalui Kasatpolairud Iptu Sutamto.

BACA JUGA : Marwan Minta Pemerintah Perhatikan Nelayan di Natuna

Nelayan yang baru berusia 19 tahun itu dilaporkan hingga di perairan Tayu. Proses pencarian sendiri diakuinya cukup terkendala dengan gelombang tinggi. Proses pemetaan juga coba dilakukan dan pencarian dilakukan dengan berpencar agar lebih maksimal.

“Kami tetap mengimbau mengutamakan keselamatan. Karena saat ini gelombang tinggi. Proses koordinasi juga akan tetap dilakukan. Mereka kami sebar agar lebih cepat pencariannya. Tapi kalau situasi tidak mendukung, kami koordinasikan lagi,” imbuhnya.

Dari informasi yang dihimpun, nelayan muda yang hilang di Pati itu diduga tercebur ke laut di perairan 10 mil arah utara perairan Tayu.

Alat Tangkap Rajungan

Awalnya korban bersama dua orang temannya pergi melaut dengan membawa alat tangkap jebakan rajungan berupa bubu atau krondo.

Namun malang, saat korban hendak melempar alat tangkap ombak tiba-tiba datang cukup besar sehingga membuatnya kehilangan keseimbangan. Hal itulah yang membuatnya kehilangan kendali dan jatuh dari perahu.

Korban sebenarnya sempat ditolong oleh kedua temannya. Namun karena ombak yang cukup besar, korban tidak berhasil diselamatkan,”terang Ketua Nelayan Bino Makmur, Zarokhim.

Mendapati kecelakaan tersebut, kedua teman korban kemudian langsung kembali kepangkalan yang ada di Desa Keboromo, Kecamatan Tayu. Mereka berupaya meminta pertolongan kepada nelayan lainnya. (SRM)

 

Tinggalkan Balasan