gua manik jepara
Warga menurunkan jenazah Korban yang terseret gelombang Patai Gua Manik Jepara. (foto : suaramuria.com)

JEPARA, suaramuria.com – Gelombang tinggi di Pantai Gua Manik Jepara menelan korban. Lima pencari ikan asal dukuh Juwet, Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo terseret gelombang di Pantai Gua Manik pada Sabtu (9/5) sore.

Satu korban selamat, dua lainnya ditemukan telah meninggal dunia oleh tim SAR gabungan pada Minggu (10/5). TIM SAR masih melakukan pencarian dua korban lainnya yang terseret gelombang di Pantai Gua Manik Jepara.

Kepala Pelaksana BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto menyampaikan, para pencari ikan merupakan merupakan warga yang baru pulang kampung. Mereka berniat ke pantai mencari ikan bersama.

BACA JUGA : PAW DPRD Jepara, Jumar Gantikan Yunita

Dari lima tersebut, satu di antaranya berhasil diselamatkan oleh warga, yaitu Andika (21). Adapun korban yang hilang dan adalah Susanto (28), Sutresno (23), Sumantri (35) serta Eko (40).

Sejak menerima informasi, BPBD bergerak bersama SAR Jepara, PMI, Pramuli Ping Kuning, PP Rescue, Bagana, TNI, Ubaloka, RS Rehatta, JRC, MDMC. Ada 43 personel yang melakukan pencarian korban sejak Sabtu (9/5) sekitar pukul 19.30 WIB hingga dilanjutkan Minggu (10/5).

Setelah 15 jam melakukan pencarian, korban Sutrisno (35) berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB di sekitar satu mil dari tempat kejadian perkara ke arah timur atau sekitar 100 meter dari bibir pantai, timur Benteng Portugis.

gua manik jepara
Tim SAR gabungan menemukan jarig milik pencari ikan yang terseret gelombang. (foto : suaramuria.com)pantai 

Selang 6,5 jam atau sekitar pukul 13.30 WIB, tim SAR gabungan juga kembali menemukan korban Sumantri (35) dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan dua mil kearah timur tempat kejadian.

“Lokasinya berbeda dengan korban pertama yang berhasil ditemukan pagi tadi berada disebelah barat tempat kejadian,” ungkapnya.

TIM SAR Masih Cari Korban Lainnya

Dengan ditemukannya dua korban, tim gabungan masih terus mencari dua korban lainnya, yaitu Susanto (28) dan Eko (40).

Arwin menjelaskan, penyebab korban hilang adalah gelombang tinggi yang mengakibatkan para korban terseret dan tenggelam. Awalnya mereka berangkat mencari ikan pukul 15.00  WIB.

Saat berangkat cuaca sangat cerah. Namun semakin sore, tiba tiba angin dan hujan deras diikuti gelombang.

Camat Donorojo Eko Ediyono juga menyampaikan, para pencari ikan berlima  membawa jaring menuju tengah laut dengan jarak sekitar 100 meter dari bibir pantai.

Saat itu tinggi gelombang sekitar kurang lebih 1 meter. Namun tibu-tiba sekitar pukul 16.00 WIB datang angin kencang dan gelombang besar hingga mengakibatkan lima orang tenggelam akibat tersapu gelombang. (SRM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here