Petugas dari Polsek Werdarijaksa saat memintai keterangan terduga pelaku yang mengaku sebagai anggota kepolisian kemarin. (foto : suaramuria.com)

PATI – Petualangan Haryanto, warga desa Tanjungrejo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati sebagai anggota tim “reserse” Polres Kudus akhirnya berakhir. Setelah berhasil memperdayai tiga perempuan korbannya, aksi Hariyanto terhenti usai ditangkap Polisi.

Aksi yang dilakukan Haryanto terbilang nekat. Tak hanya berani mengaku sebagai anggota tim buru sergap (buser) Kepolisian Resor (Polres) Kudus, ia juga berani memperdayai tiga orang perempuan.

Tak hanya bermadu kasih saja, Haryanto bahkan berani memanfaatkan tipu dayanya itu untuk menguras harta milik para korbannya tersebut.

Aksinya itu akhirnya berhasil dihentikan anggota Mapolsek Wedarijaksa setelah sebelumnya digerebek warga di rumah korbannya Anik, di rumah orang tuanya di Dukuh Jekso, Desa Wedarijaksa, Kecamatan Wedarijaksa.

Pria yang baru berusia 33 tahun itu kini tengah diamankan petugas. Kepada anggota kepolisian Haryanto mengaku jika telah menipu tiga orang perempuan dengan mengaku sebagai anggota kepolisian.

Dua orang korbannya itu diketahui berstatus janda. Dari kedua orang itulah Haryanto mendapatkan sejumlah hartanya. Wanita pertama diketahui warga Kabupaten Batang.

Dia berkenalan dengan korban melalui akun media sosial Facebook sekitar delapan bulan lalu. Setelah hubungan mulai dekat, korban pun berani meminjam uang sebesar Rp 5 juta.

“Tapi karena keluarga korban mendesak minta pertanggungjawaban akhirnya pelaku mengembalikan uangnya,”terang Kapolres Pati AKBP Jon Wesly melalui Kapolsek Wedarijaksa AKP Teguh Heri Rusianto.

Hanya saja rupanya aksi tersebut tak berhenti begitu saja. Setelah hubungannya dengan wanita asal Batang kandas, dia ganti melancarkan aksinya kepada perempuan asal Kudus.Wanita ini juga berstatus janda dan bekerja di salah satu rumah sakit di Pati.

“Pelaku mengaku sebagai dua beranak satu. Padahal aslinya masih memiliki anak dan istri,”terangnya.

Terhadap korbannya warga Kudus itu, pelaku akhirnya berhasil mendapatkan sepeda motor lengkap dengan surat-suratnya. Hanya saja motor itu digadaikan seharga Rp 15 juta. Dari perempuan itu pelaku juga mengaku telah mendapatkan uang puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Dia berdalih uang tersebut digunakan untuk bisnis jilbab.

“Modusnya sama, pelaku mengenal korban dari Facebook. Kejadiannya dilakukan sejak lima bulan lalu,” katanya.

Petualangan polisi gadungan itu akhirnya harus terhenti setelah warga menggerebeknya saat bersama korbannya yang ketiga.

Yakni Anik. Warga sempat curiga lantaran pelaku kerap berada di rumah korban tanpa batas waktu saat bertamu. Bahkan seorang warga akhirnya curiga atas pengakuan pelaku yang menyebut dirinya sebagai anggota kepolisian.

“Warga itu akhirnya melacak melalui facebook korban. Rupanya diketahui jika memang bukan anggota kepolisian,”imbuhnya.

Saat berkunjung ke rumah orang tua korban di Wedarijaksa itulah akhirnya pelaku digerebek oleh warga. Anggota Polsek Wedarijaksa yang mendapat laporan pun segera mengamankan pelaku ke Mapolsek Wedarijaksa untuk antisipasi amukan massa.

“Korban ketiga itu juga sempat dijanjikan akan dinikahi. Namun sebelum janjinya terwujud akhirnya kedoknya diketahui oleh warga. Namun dari pihak korban, permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan,”tambahnya. (SRM)

Tinggalkan Balasan