- Advertisement -spot_img
28.9 C
Kudus
Rabu, 23 Juni 2021
BerandaKudusGanjar Larang Keluarga Tunggui Pasien Isolasi Mandiri

Ganjar Larang Keluarga Tunggui Pasien Isolasi Mandiri

- Advertisement -spot_img

KUDUS, suaramuria.com –  Ruang isolasi mandiri yang disiapkan oleh pemerintah hanya diperuntukkan bagi pasien atau warga yang positif Covid-19. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai perlu evaluasi standar operasional prosedur (SOP) ruang isolasi mandiri, setelah memergoki keluarga menunggui pasien berada dalam satu ruangan yang sama.

Saat berkunjung ke Asrama Akbid yang dijadikan ruang isolasi mandiri, Senin (31/5), Ganjar memergoki seorang laki-laki menunggui istrinya yang tengah hamil. Selidik punya selidik, istrinya tengah hamil sehingga meminta ditemani.

Di sisi lain, rumah sakit melarang sang suami pulang. “Perlu evaluasi SOP di ruang isolasi mandiri. Yang boleh di ruangan isolasi mandiri hanyalah pasien yang positif Covid-19. Bezuk boleh, tapi jangan sampai masuk ke ruangan yang sama,” katanya.

BACA JUGA : Langgar Prokes, Pesta Pernikahan Warga Kudus Dibubarkan

Selain ke Asrama Akbid Kudus, Ganjar bersama Bupati Kudus Hartopo juga melihat kesiapan RSU dr Loekmonohadi Kudus dan RS Mardi Rahayu menghadapi lonjakan pasien Covid-19 di Kabupaten Kudus.

Ganjar juga mengecek penerapan jogo tonggo di Desa Pedawang, Kecamatan Bae, yang menjadi desa dengan angka penularan Covid-19 tertinggi di Kabupaten Kudus saat ini.

Ganjar menilai tempat isolasi RSUD dr Loekmonohadi telah baik, namun perlu penambahan kapasitas. Pasalnya, kasus Covid-19 di Kudus semakin meningkat.

Ganjar juga menyampaikan akan mengirim tambahan tenaga kesehatan dan alat kesehatan. Pihaknya menyampaikan penanganan Covid-19 di Kudus perlu gotong royong semua pihak.

“Kami akan membantu tenaga kesehatan dan alat kesehatan yang memang mendesak. Kasus Covid-19 memang perlu gotong royong pemerintah kabupaten hingga ke provinsi,” katanya.

Lockdown Desa

Di Pedawang, Ganjar mendengar rencana pemerintah desa yang hendak menerapkan lockdown desa. Ganjar menyampaikan penerapan lockdown untuk tingkat RT terlebih dahulu. Pihaknya meminta kepala desa memaksimalkan Jogo Tonggo.

“Kalau memang mau lockdwon zonasi, monggo di tingkat RT terlebih dahulu. Jadi tidak banyak masyarakat yang lalu lalang kecuali penduduk setempat,” jelasnya.

Menanggpi evaluasi gubernur, Bupati Kudus Hartopo menyampaikan segera menindaklanjuti arahan terkait peninjauan SOP tempat isolasi mandiri. Temuan tersebut akan menjadi acuan agar tempat isolasi mandiri lebih steril.

Hartopo juga menganjurkan perangkat desa Pedawang agar membawa pasien yang isolasi mandiri di rumah ke tempat isolasi terpusat rusunawa Bakalankrapyak. Sehingga, pihak desa lebih mudah dalam pengawasan.

“Isolasi mandiri di rumah memang kami ijinkan untuk yang mempunyai kamar terpisah. Kalau tidak, antar saja ke tempat isolasi terpusat. Sehingga penanganan lebih optimal dan tidak ada potensi penularan kepada anggota keluarga lain,” katanya. (srm)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

1,011PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: