umk produksi face shield
Salah seorang tim UMK Peduli merampungkan pembuatan ADP jenis face shield yang akan disalurkan ke sejumlah rumah sakit di Kabupaten Kudus dan sekitarnya di Universitas Muria Kudus (UMK), Senin (30/3). (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Di tengah kelangkaan alat pelindung diri (APD), tim Universitas Muria Kudus (UMK) produksi face shield (pelindung wajah) untukdibagikan gratis kepada tenaga medis untuk penanganan Covid-19.

Ketua Unit Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan (K3L) UMK Andy Prasetyo Utomo mengatakan, pembuatan face shield dilakukan dengan bekerjasama dengan Cimeds UGM, yang telah fokus memproduksi peralatan medis.

“Selama UMK produksi Face Shield ini, Kami juga meminta saran dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia – Red) untuk memastikan face shield yang kami buat sudah sesuai standar medis. Jika nanti memang ada permintaan lagi, tim sudah siap untuk memproduksi lagi,” kata Andy, Senin (30/3).

Pelindung wajah yang dibuat menggunakan plastik mika dengan ketebalan 0,3 milimeter. Untuk panjangnya 32 sentimeter dan lebarnya 38 sentimeter. Plastik mika yang digunakan jenis mika bening, sehingga tidak mengganggu penglihatan tenaga medis saat penanganan.

BACA JUGA : Penanganan Korona Dapat Dianggarkan APBD

Tim UMK melakukan pengembangan dengan menambah engsel agar face shield itu bisa dibuka tutup oleh tenaga medis. “Ada pengembangan yang kami lakukan. Yang jelasface shiled yang kami buat sudah sesuai standar IDI,” imbuhnya.

Dosen Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik, UMK Sugeng Selamet, yang terlibat dalam tim produksi menambahkan, bantuan APD ini akan diberikan kepada sejumlah rumah sakit yang ada di Kabupaten Kudus dan sekitarnya.

“Untuk penyaluran kami menggandeng IDI karena mereka yang tahu pasti detail kebutuhan di masing-masing rumah sakit,” katanya.

Program UMK Peduli

Disebutkan, pembuatan ADP itu menjadi bagian program UMK Peduli. UMK telah menggalang donasi dari dosen dan karyaan. Gaji mereka dipotong sebesar 2,5 persen untuk membantu penanganan wabah corona saat ini.

Donasi yang terkumpul tidak seluruhnya disalurkan dalam bentuk uang. Rencananya, Tim Umk Peduli juga akan membuat APD jenis lainnya seperti masker, coverall hazmat, dan disinfektan, serta kebutuhan lainnya terutama untuk tim medis.

“Bantuan dalam bentuk barang sepertinya lebih efektif karena saat ini pun pihak rumah sakit kesulitan melakukan pengadaan. Kami di perguruan tinggi akan membantu sebisa mungkin untuk membuat APD yang dibutuhkan oleh htim medis,” katanya. (SRM)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here