suara muria pelaut 2
Essa berfoto dengan rekan-rekan lulusan SMK Wisuda Karya. (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Tak banyak perempuan yang memilih karir sebagai seorang pelaut. Selain harus jauh dari keluarga, tinggal berhari-hari bahkan berbulan-bulan di tengah laut menjadi alasannya.

Dari yang sedikit memilih karir sebagai pelaut itu adalah Essa Irja Claudya (20). Putri pasangan Jaya Senopati (45) dan Siti Suci (45) itu resmi menjadi perwira pelayaran niaga tingkat IV setelah diwisuda bersama 37 lulusan jurusan pelayaran SMK Wisuda Karya (Wiskar) Kudus, Kamis (19/12).

Essa memegang rekor satu-satunya pelaut putri, lulusan angkatan pertama jurusan pelayaran SMK swasta di Kudus itu. “Awalnya ada tiga teman putri yang ikut pendidikan profesi, tetapi hanya saya yang ikut paska prala hingga diwisuda hari ini,” katanya.

Tak mudah untuk menjadi pelaut, terutama bagi perempuan. Setelah lulus SMK tahun 2017, Essa memutuskan melanjutkan pendidikan profesi tingkat IV. Setelah lulus ujian, ia harus ikut praktik berlayar selama satu tahun.

Ia menghabiskan waktu satu tahun untuk praktik di kapal dengan rute penyeberangan di Merak – Bakauheni. “Selama setahun di kapal itu sudah mendapat uang saku dari perusahaan. Setelah turun kapal, kemudian masih ikut serangkaian ujian dan akhirnya bisa lulus dan dilantik sebagai perwira,” katanya.

suara muria pelaut 1
Essa saat diwisuda di SMK Wisuda Karya Kudus. (foto : suaramuria.com)

Essa mengaku banyak sukanya dibanding duka saat berlayar di tengah laut. Statusnya seorang pelaut putri bukan menjadi halangan apapun. “Saya ingin membuktikan jika perempuan itu bisa menjadi seorang istri, seorang ibu, dan juga seorang pelaut,” katanya.

Jaya Senopati, ayah Essa mengakui kegigihan anaknya selama menjalani pendidikan pelayarannya. “Tekadnya memang cukup kuat. Kami sebagai orang tua hanya bisa mendukung dan memfasilitasi yang terbaik,” katanya.

Hadir pada wisuda kemarin, Ketua Harian Dewan Penguji Keahlian Pelaut Kementerian Perhubungan Kapten Rudiana dan sejumlah pejabat lainnya. Kepala SMK Wisuda Karya Kudus Fakhrudin mengatakan, Essa memang cukup menonjol dari rekan-rekan seangkatannya.

Total ada sebanyak 60 siswa angkatan pertama jurusan pelayaran di SMK Wiskar. Mereka lulus tahun 2017.  Dari jumlah itu, Sebanyak 44 siswa yang memilih melanjutkan pendidikan profesi tingkat IV.  Setelahnya, sebanyak 38 yang lanjut ke paska prala.

“Essa menjadi ikon sekolah untuk menunjukkan bahwa perempuan juga bisa menjadi pelaut handal,” katanya.

Setelah lulus, sejumlah perusahaan yang telah menjalin kerjasama dengan sekolah siap merekrut perwira kapal niaga lulusan SMK Wisuda Karya. Dalam upacara wisuda angkatan pertama kemarin juga diteken MoU antara SMK Wiskar dan PT Dharma Lautan Utama Surabaya dan PT Jembatan Nusantara Surabaya.

Fakhrddin menambahkan, keunggulan kompetensi para perwira SMK Wiskar ini juga tak lepas dari kemitraan sekolah dengan Djarum Foundation dan SMBC. SMK Wisikar mendapat fasilitas belajar mengajar seperti Kongsberg K-Sim Navigation Simulator dari Norwegia.

SMK Wiskar merupakan SMK maritim di Indonesia yang memiliki peralatan canggih kelas A Full Mission Bridge Simulator.

“Kerjasama dengan mitra industri ini menandai besarnya kepercayaan industri maritim terhadap kualifikasi yang dimiliki oleh perwira lulusan sekolah kami,” katanya. (SRM)

Tinggalkan Balasan