efek pandemi
Sejumlah pekerja di Rumah Jagal Arum saat tengah memotong seekor sapi kemarin. (foto : suaramuria.com/dok)

PATI, suaramuria.com – Efek pandemi membuat warga di Kabupaten Pati memilih menyembelih hewan kurban di rumah potong hewan. Hal itu seperti terlihat pada trend penyembelihan hewan kurban di hari raya Idul Adha kali ini.

Sebagian panitia kurban di masjid maupun perorangan rupanya memilih menyerahkan penyembelihan hingga pengemasan daging hewan kurban di rumah potong hewan (RPH) atau yang dikenal rumah jagal. Hal itu salah satunya untuk meminimalisir terjadinya kerumunan.

Hal itu terlihat dari jumlah pengguna jasa di sejumlah RPH atau rumah jagal. Rumah Jagal Arum di Desa Blaru, Kecamatan Pati Kota misalnya, mencatat di hari raya Idul Adha tahun ini menangani penyembelihan 32 ekor sapi. Jumlah itu mengalami peningkatan bila dibandingkan tahun lalu yang hanya 24 ekor.

“Jumlah itu termasuk hari tasyrik. Peningkatan sudah terjadi sejak tahun lalu. Atau saat mulai pandemi. Sejumlah masjid memang mengalihkan proses penyembelihan ke rumah jagal. Sebagian besar juga minta pada kami sekalian mengemas daging untuk siap didistribusikan,” ujar Arumi, pemilik rumah jagal tersebut kemarin.

BACA JUGA : Marak Hoax di Tengah Pandemi, Polisi : Waspadalah..!

Hal tersebut dikatakannya berbeda dibanding tahun-tahun sebelum efek pandemi berlangsung. Panitia kurban lebih memilih melaksanakan secara mandiri proses penyembelihan hewan dan distribusi daging.

“Kalau tahun ini pengguna jasa kami seperti panitia kurban atau perseorangan dari berbagai wilayah di Pati. Mulai dari Parenggan, Gajahmati, hingga Karaban,”ujarnya.

Lebih Praktis

Di tempat tersebut juga turut dititipkan sapi kurban milik Bupati Pati Haryanto dan Wakil Bupati Pati Saiful Arifin untuk disembelih. Yakni setelah melalui panitia kurban Masjid Agung Baitunnur.

“Sapi punya Pak Bupati dan Pak Wakil rencananya akan disembelih pada Rabu (21/7) dini hari,”jelasnya.

Mayoritas warga dikatakannya juga turut mempercayakan proses pengemasan dan pembagian daging pada dirinya agar lebih praktis. Pihaknya pun mengaku siap mengemas dengan berat sesuai permintaan pengguna jasa.

“Biasanya panitia tinggal mengatur jadwal pembagiaannya untuk diambil. Ada jadwalnya tersendiri untuk pengkurban, takmir, panitia dan sebagainya,”tambahnya di sela melakukan aktivitas penyembelihan hewan di rumah jagalnya.(srm)

Tinggalkan Balasan