Dua SMP Berbasis Agama Berbeda Gelar Wisata Toleransi

0
Siswa Siswi SMP Kunjungi Gereja
Siswa Siswi SMP Kunjungi Gereja
Siswa Siswi SMP Kunjungi Gereja
Siswa Siswi SMP Kunjungi Gereja

Rembang, suaramuria.com – Puluhan siswa-siswi SMP yang berbasis agama berbeda yaitu SMP Islam An Nawawiyah Tasikagung dan SMP OV Slamet Riyadi kemarin bersama-sama menggelar wisata toleransi di Kecamatan Rembang Kota. Dua SMP tersebut mengunjungi tempat-tempat ibadah yang ada di Kecamatan Rembang Kota.

Pertama kali, puluhan siswa-siswi tersebut mengunjungi Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI) Mahanaim. Di gereja yang terletak di jalan Kartini Rembang itu, seratusan siswa-siswi tersebut mendapatkan penjelasan dari pengurus GPdI Mahanaim tentang seluk beluk ibadah di gereja. Selanjutnya, siswa-siswi itu mengunjungi Masjid Agung Rembang. Di Masjid Agung, siswa juga mendapatkan penjelasan dari pengurus mengenai ibadah Agama Islam. Setelah di Masjid Agung, siswa-siswi itu mengunjungi Gereja Katolik St Petrus dan Paulus di Jalan Sudirman.

Salah seorang siswi sempat menanyakan perbedaan perbedaan Katolik dan Kristen. F Susanto, pengurus Gereja Katolik menerangkan ada beberapa perbedaan Katolik dan Kristen. Diantaranya, Katolik memiliki pemimpin agama bernama Paus. Selain itu, pada gereja katolik memiliki sakramen. ”Kristen awalnya memiliki satu gereja. Kemudian ada yang memecah membentuk Kristen Protestan dengan pemimpin Marthin Luther dari Jerman,” kata dia.

Setelah mengunjungi Gereja Katolik, puluhan siswa-siswi dua SMP itu mengunjungi klenteng. Kepala SMP OV Slamet Riyadi Rembang, Elizabeth Dwi Hani mengatakan kegiatan dua sekolah itu sebenarnya sudah direncanakan cukup lama. ”Namun baru hari ini bisa dilangsungkan bareng-bareng. Harapannya ke depan bisa lebih banyak sekolah yang bergabung,” jelas dia yang mengajak 52 siswa-siswi kemarin.

Kepala SMP Islam An Nawawiyah, Hetty Dwi Parwaningsih mengatakan dengan kunjungan itu pihaknya berharap bisa menumbuhkan toleransi dan saling menghargai antar umat beragama. ”Kegiatan ini akan terus kami agendakan. Sehingga siswa dan siswi kami bisa melihat dan berkomunikasi secara langsung dengan umat agama-agama yang lain,” jelas dia. ()

Tinggalkan Balasan