Panlih Pilkades Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus mengumumkan hasil tes tertulis di aula balai desa. (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Status kepala desa tak menjadi jaminan lolos tes tertulis Pilkades. Kepala Desa Rahtawu Sugiyono dan mantan Kades Loram Wetan Noor Said yang maju lagi, harus menelan pil pahit karena terganjal hasil tes.

Keduanya tak mampu bersaing dengan peserta lainnya. Tes tertulis digelar jika bakal calon kades yang memenuhi syarat lebih dari lima orang. Sugiyono harus bersaing dengan sembilan orang bakal calon kades Rahtawu.

Sementara Noor Said yang mundur dari jabatan kades Loram Wetan karena berlaga di Pemilu legislatif 2019 juga gagal lolos. Namun meski gagal, istri Nur Said, Sri Rismawati yang juga mendaftar, justru lolos lima besar.

BACA JUGA : Pemkab Kudus Tunjuk 77 Plt Kades Dengan Kewenangan Khusus

Lima nama bakal calon kades Loram Wetan yang lolos masing-masing Yohan Zudiantoro, Sri Rismawati, Eko Apri Kusdiyanto, Noor Sa’di, dan Edi Purwanto. Menanggapi hal ini, Noor Said menuding ada kejanggalan selama tes berlangsung.

“Soalnya mudah, hanya saya merasa ada yang janggal. Ada peserta yang menyelesaikan soal lebih cepat dari lainnya, tapi justru lolos lima besar,” katanya.

Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Pilkades Loram Wetan Abdul Azis membenarkan jika Nor Said gagal lolos tes tertulis. Namun, ia membantah jika ada kecurangan dari pelaksanaan tes tersebut.

“Tes sudah berjalan transparan. Lima bakal calon yang lolos tes tertulis telah kami umumkan hari ini (kemarin – Red). Alhamdullah suasana desa tetap kondusif pasca pengumuman,” katanya.

Kelima bakal calon kades yang lolos tes akan ditetapkan sebagai calon kades hari ini (Jumat, 1/11/2019). Azis mengatakan, usai penetapan calon kades akan dilanjutkan dengan pengundian nomor urut. “Setelah nomor urut diundi, baru nanti surat suara untuk Pilkades bisa dicetak,” katanya.

Azis mengatakan, pasca pengumuman kemarin ada pertanyaan dari bakal calon apakah jika mundur akan diisi bakal calon kades peringkat di bawahnya. Pertanyaan seperti itu, lanjut Azis, cukup wajar mengingat masih adanya hubungan kekeluargaan dari sembilan bakal calon yang maju.

“Namun kami tegaskan tidak ada penggantian seperti itu. Hanya bakal calon yang lolos tes tertulis yang bisa ditetapkan sebagai calon kades,” katanya.

Terpisah, Camat Gebog Bambang Gunadi membenarkan jika Kades Rahtawu gagal los ter tertulis. Lima nama bakal calon terbaik hasil tes telah diumumkan oleh Panlih Pilkades Rahtawu. Lima besar bakal calon kades Rahtawu yang lolos masing-masing Agus Siswanto, Rasmadi Didik A, M Abdul Riyadi, Suhadi, dan Sugiyono (1986).

Sementara itu, Wakil Rektor UMK Subarkah mengatakan telah melaksanakan seleksi seara akademis kepada para bakal calon. “Mulai pembuatan soal hingga pelaksanaan tes tertulis tidak ada tekanan dari pihak luar yang mempengaruhi hasil. Kami menggelar tes secara profesional dan transparan,” katanya. (SRM)

Tinggalkan Balasan