proyek normalisasi sungai
Sejumlah anggota dewan saat melakukan sidak proyek normalisasi sungai yang ada di Kayen, Kabupaten Pati. (foto: suaramuria.com)

PATI, suaramuria.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyoroti perkembangan proyek normalisasi sungai di Kayen yang lamban. Proyek itu baru mencapai 20 persen. Padahal proyek itu ditarget rampung dalam 60 hari.

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati Irianto Budi Utomo mengatakan, ada kekhawatiran proyek itu tidak rampung sesuai batas waktu yang telah ditentukan. Komisi C menggelar sidak proyek itu, Kamis lalu.

“Proyek ini sudah berjalan satu bulan, namun baru terealisasi 20 persen. Tentu kami akan menyampaikan teguran kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR),” terangnya.

BACA JUGA : Wakil Ketua DPRD Pati Serahkan Bantuan Masker untuk Wartawan

Dia mengatakan, dengan hanya satu alat berat dan realiasi pengerjaan yang sekarang ini dilakukan, dia mengkhawatirkan pekerjaan itu tak rampung pada target yang telah ditentukan.

Oleh karena itu dia berharap agar pelaksana dapat menambah alat berat untuk mengejar target waktu pelaksanaan.

Sebelumnya sejumlah anggota dewan juga sempat mempertanyakan penurunan dari pagu anggaran saat pelelangan. Bahkan dari pagu anggaran sekitar Rp 500 juta penurunannya hingga lebih dari 30 persen. Sehingga diperkirakan anggaran pelaksanaannya tinggal Rp 300 juta saja.

“Karena tentu yang dikhawatirkan adalah kualitasnya,” ujarnya.

Waktu Tambahan

Sementara itu A Faisal, kepala DPUPR mengamini ada keterlambatan dalam pengerjaan. Namun beruntung hal tersebut bisa diketahui sejak dini. Sehingga pihaknya akan mengambil langkah untuk mempercepat dengan harapan pekerjaan bisa selesai tepat waktu sehingga pemborongnya juga tidak akan rugi.

“Memang ada waktu 50 hari tambahan untuk pelaksanaan namun dengan denda satu permill. Kami akan membuat surat teguran dengan harapan bisa berakhir tepat waktu namun kualitas tetap terjamin,” imbuhnya.

Dia juga sepakat pentingnya menambah alat berat dalam pengerjaan normalisasi tersebut. Dengan adanya dua alat berat maka pengerjaan dikatakannya bisa dilakukan di dua sisi sekaligus sehingga nantinya bisa bertemu di tengah.

Untuk menjaga kualitas itu sendiri, sebelum penyerahan dikatakannya bidang Sumber Daya Air (SDA) akan melakukan pengecekan ulang bersama PPK. Baik untuk volume maupun kualitasnya.

“Kalau memang sudah sesuai baru akan kami terima. Untuk proyek normalisasi sebenarnya pengaruhnya hanya alat dan cuaca. Cuaca saat ini belum turun hujan sehingga cukup aman,” terangnya. (SRM)

Tinggalkan Balasan