dprd kudus reses door to door
Fraksi Partai Nasdem menggelar reses, awal Maret 2020, sebelum pemberlakuan physical dan social distancing. (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, kegiatan reses wakil rakyat masih jalan terus. DPRD Kudus reses door to door dengan cara menyambangi langsung ke masing-masing rumah konstituen.

Sekretaris DPRD Kudus Jadmiko Muhardi mengatakan, sesuai jadwal kegiatan reses berlangsung 1-8 Mei 2020. “Berbeda dari reses sebelumnya, reses pada saat ini dilarang menggelar acara kumpul-kumpul karena masih pandemi Covid-19,” kata Jadmiko, Jumat (1/5).

Karena ada larangan menggalang massa atau menggelar kerumunan massa, DPRD Kudus melakukan modifikasi dengan cara kegiatan DPRD Kudus reses door to door langsung ke rumah konstituen.

BACA JUGA :Pemerintah Cairkan Bantuan PKH, Naik 25 Persen

DPRD Kudus mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3,5 juta per anggota untuk kegiatan DPRD Kudus reses door to door ini. Anggaran itu digunakan untuk kebutuhan konsumsi warga yang disambangi.

Menurut Jadmiko, inti kegiatan reses yakni anggota DPRD bertemu dengan konstituen di dapilnya masing-masing untuk menyerap aspirasi masyarakat.

“Bentuknya bisa pengumpulan massa maupun door to door karena saat ini ditekankan social distancing. Untuk anggaran anggota DPRD Kudus yang menggelar reses mengeluarkan biaya terlebih dahulu, baru kemudian nanti diganti setelah ada laporannya,” katanya.

Setiap legislator harus mendatangi minimal 100 orang konstituen. Untuk menghindari kerumunan saat DPRD reses door to door ini, setiap kunjungan di satu rumah hanya boleh dihadiri maksimal oleh empat orang sekaligus.

Reses Lihat Kondisi Konstituen di Lapangan

Terpisah, Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Kudus Muhtamat menilai kegiatan reses kali ini menjadi kesempatan wakil rakyat untuk melihat konstituennya secara langsung. Terlebih pandemi Covid-19 ini membuat banyak masyarakat yang kesulitan.

“Dengan turun langsung ke masyarakat, kita bisa mendengar secara langsung keluhan dan masukan dari masyarakat. Semua aspirasi masyarakat itu akan menjadi masukan untuk disampaikan kepada Pemerintah daerah,” katanya.

Muhtamat menambahkan, kegiatan reses ini sekaligus menjadi kegiatan bakti sosial wakil rakyat. Rencananya anggota DPRD Kudus akan menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang tidak mampu. Pengadaan paket sembako ini menggunakan dana pribadi masing-masing anggota DPRD.

“Kegiatan reses ini juga kami manfaatkan untuk sosialisasi Covid-19 kepada masyarakat. Kami akan mengajak masyarakat menaati protokol kesehatan, minimal selalu menggunakan masker saat keluar rumah,” katanya. (SRM)

Tinggalkan Balasan