jam buka minimarket di kudus
Wakil Ketua DPRD Kudus Sulistyo Utomo (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com –Anggota DPRD Kudus mengkritik kebijakan Pemkab Kudus yang memberikan kelonggaran jam buka minimarket di Kudus. Kebijakan itu dinilai merugikan pedagang kecil.

Toko modern di Kabupaten Kudus saat ini diberi dispensasi jam buka mulai pukul 07.00 WIB. Padahal sesuai Peraturan Daerah (Perda) nomor 12/2017 tentang Penataan dan Pembinaan Toko Swalayan, jam operasional minimarket dimulai pukul 10.00 WIB.

Wakil Ketua DPRD Kudus Sulistyo Utomo mempertanyakan alasan Plt Bupati Kudus Hartopo yang merestui kelonggaran tersebut.

Sulis yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kudus itu mengatakan, semangat diterbitkannya Perda 12/2017 yakni untuk melindungi toko tradisional. Kebijakan tersebut, lanjut Sulis, jelas melanggar Perda yang telah disepakati oleh legislatif dan eksekutif tersebut.

“Menurut kami, tidak ada korelasinya antara menjaga ketersediaan dan kelancaran pasokan barang bagi masyarakat, dengan keharusan memberikan dispensasi jam buka minimarket,” katanya, Rabu (22/4).

BACA JUGA : Hartopo Beri Kelonggaran Jam Buka Minimarket

Terlebih kebutuhan pangan yang dijual di minimarket juga tersedia di toko atau pun pasar tradisional. Wakil rakyat dari Partai Gerindra itu menambahkan, kebijakan itu justru semakin menyulitkan toko tradisional milik masyarakat.

Di saat pandemi Covid-19 saat ini, lanjut Sulis, warga mengeluhkan pendapatan yang menurun. Ia khawatir kebijakan ini justru semakin menyulitkan rakyat kecil yang membuka toko tradisional.

“Pedagang kecil berpotensi semakin kehilangan pembeli jika minimarket diperbolehkan buka lebih pagi,” katanya.

Kelonggaran Jam Buka Minimarket Angin Segar Pengusaha

Menurut Sulis, kebijakan itu justru menjadi angin segar bagi pengusaha minimarket di Kabupaten Kudus. “Minimarket dimiliki oleh pengusaha dengan modal besar. Kebijakan ini lagi-lagi justru berpihak pada pengusaha besar, bukan kepada pedagang kecil,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Komisi B DPRD Kudus Ali Mukhlisin. Di saat PKL menjerit karena ada pembatasan jam malam di Kabupaten Kudus, Pemkab justru memberikan kelonggaran kepada minimarket.

“Dalam keadaan seperti ini toko kelontong dan pasar tradisional seharusnya yang diberi kesempatan untuk berkembang. Kami akan segera minta penjelasan dinas terkait,” katanya.

Kebijakan pemberian kelonggaran jam buka untuk minimarket disampaikan Plt Bupati Kudus Hartopo saat menerima bantuan sebanyak 1.800 masker dari PT Indomarco Prismatama di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa (21/4). (SRM)

Tinggalkan Balasan