dprd alat tcm covid
Sekretaris Komisi D DPRD Kudus Muhtamat

KUDUS, suaramuria.com – DPRD Kabupaten Kudus mendesak agar alat tes cepat molekuler (TCM) yang dimiliki oleh Pemkab Kudus digunakan untuk uji Covid-19. Uji laboratorium swab untuk penderita Covid-19 masih menjadi kendala untuk diagnosis cepat pasien.

Uji laboratorium itu seharusnya bisa dilakukan lebih cepat jika dilakukan di daerah.

Sekretaris Komisi D DPRD Kudus Muhtamat mengatakan, dari informasi yang diterimanya, ada dua unit perangkat tes cepat molekuler (TCM) di Kabupaten Kudus. Dua perangkat itu ada di RSU dr Loekmonohadi dan Puskesmas Kaliwungu.

Alat yang biasa digunakan untuk diagnosis penyakit tuberkulosis, lanjut Muhtamat, informasinya bisa digunakan untuk diagnosis PCR untuk Covid-19.

“Memang ada syarat ketentuan yang harus dipenuhi seperti standarisasi ruangan dan penggantian bagian tertentu. Dengan dukungan anggaran besar untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Kudus, saya kira bukan hal yang sulit,” katanya.

BACA JUGA : Polres Kudus Bekali Ribuan Personel dengan First Aid Kit Covid-19

Pengaktifan dua unit alat TCM untuk diagnosis Covid-19 pernah dilontarkan oleh rumah sakit di Kabupaten Kudus. Selama ini uji laboratorium sampel swab pasien dilakukan di laboratorium yang ada di Salatiga atau Yogyakarta.

Pernah Dibahas

Juru bicara tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Kudus dokter Andini Aridewi mengatakan, wacana penggunaan alat TCM untuk diagnosis Covid-19 memang sudah pernah dibahas. Dari dua unit alat yang ada, alat yang ada di RS dr Loekmonohadi yang paling siap digunakan.

Andini mengatakan, penggunaan alat itu perlu didukung oleh ruangan yang memenuhi standar keselamatan biologi (biosafety) level II. Ia mencontohkan, ruangan yang digunakan harus bertekanan negatif.

“Selain itu perlu ada penggantian cartridge yang secara khusus digunakan untuk diagnosis Covid-19. Cartridge yang terpasang saat ini diperuntukkan untuk diagnosis penyakit TB,”

Disebutkan, ketersediaan cartridge tersebut juga baru siap Mei mendatang. “Untuk yang ada Puskesmas ruangannya belum memenuhi standar biosafety level II. Karena itu alat yang ada di RSU dr Loekmonohadi yang diprioritaskan,” katanya.

Andini menambahkan untuk terhindar dari virus ini, masyarakat diminta agar selalu menjaga imunitas tubuh. Berbagai cara dapat dilakukan, seperti olahraga rutin, konsumsi vitamin dan makanan bergizi, menerapkan pola hidup sehat, menjaga kebersihan dan yang terpenting cuci tangan pakai sabun (CPTS).

“Olahraga, cuci tangan pakai sabun, dan konsumsi makanan bergizi merupakan langkah efektif untuk menghindarkan kita dari virus ini. Jangan lupa untuk menerapkan secara disiplin,” jelasnya. (SRM)

Tinggalkan Balasan