target rapid test
Para santri menjalani rapid test di Pendapa Kabupaten Kudus sebelum kembali ke pesantrennya masing-masing. (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kudus menargetkan rapid test untuk 4.000 warga. Dari target rapid test itu, Dinkes telah melakukan pelacakan dan rapid test kepada 2.500 warga.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Kudus dokter Andini Aridewi mengatakan, target jumlah itu sesuai dengan standar dari Kementerian Kesehatan dan WHO terkait uji masal.

“Sesuai standar dari Kementerian Kesehatan dan WHO, target rapid test setidaknya 0,5 persen dari populasi warga. Dengan jumlah penduduk sekitar 800 ribu jiwa, maka kami menargetkan melakukan rapid test untuk 4 ribu warga,” kata Andini, Selasa (7/7).

BACA JUGA : Disambangi DPRD, Relawan Pemakaman Covid-19 Ungkap Kecewa ke Dinkes

Andini mengatakan, sampai saat ini Dinkes masih melakukan pelacaan kontak pasien penderita. Ada kemungkinan jumlah warga yang di-rapid test akan bertambah. Namun, idealnya ada sebanya 4.000 warga yang nantinya menjalani rapid test.

Pada pelacakan kontak erat penderita, lanjut Andini, tim Dinkes akan langsung melakukan rapid test terlebih dahulu. Jika memang hasilnya reaktif, maka akan dikembangkan dengan uji swab, sesuai standar Kementrian Kesehatan.

Disebutkan, stok alat rapid test saat ini sekitar 2.500 stik. Namun, jumlah tersebut sudah terserap sebagian ke puskesmas-puskesmas di sembilan kecamatan. “Jika memang masih kurang kami akan lakukan pembelian kembali,” katanya.

Data GTPP Covid-19 Kabupaten Kudus hingga Selasa siang tercatat sebanyak 304 kasus  penderita terkonfirmasi positif di Kabupaten Kudus. Dari jumlah itu, sebanyak 220 kasus dalam wilayah dan 84 kasus luar wilayah.

Dari 220 kasus dalam wilayah, sebanyak 44 pasien kini dirawat di rumah sakit, 77 orang penderita menjalani isolasi mandiri, dan 79 orang penderita dinyatakan sembuh. Sementara itu, angka kematian akibat Covid-19 berjumlah 20 kasus.

Untuk 84 kasus penderita Covid-19 dari luar wilayah, terdiri atas 55 orang penderita yang masih dirawat, tujuh orang penderita menjalani isolasi mandiri, 18 orang penderita sembuh, dan empat orang penderita meninggal dunia. (SRM)

Tinggalkan Balasan