grab assistant
Mitra Grab berbelanja di Pasar Bitingan Kudus. (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramerdeka.com – Peluncuran aplikasi Grab Assistant di Pasar Bitingan Kudus menyisakan masalah. Layanan asisten belanja itu diprotes tukang becak yang biasa mangkal di depan pasar tradisional tersebut.

Jamaah (51), salah seorang penarik becak khawatir kehilangan pelanggan setelah aplikasi itu diluncurkan Plt Bupati Kudus Hartopo, Kamis (14/4). Pasalnya, layanan itu memudahkan warga berbelanja tanpa harus keluar rumah.

Selama pandemi Covid-19 ini para penarik becak mengeluhkan menurunnya pendapatan. “Ditambah ada aplikasi ini, kami khawatir pendapatan akan turun drastis,” katanya.

BACA JUGA : Hartopo Pede Covid-19 di Kudus Selesai Juli

Para penarik becak di Pasar Bitingan meminta Pemkab Kudus memberi perhatian serius kepada angkutan tradisional tersebut.

“Kami khawatir nanti akan semakin banyak ojek online yang mangkal di pasar menunggu orderan. Jika itu terjadi, kami akan semakin kesulitan mendapatkan penumpang warga yang biasa berbelanja di sini,” katanya.

Layanan aplikasi Grab Assistant diluncurkan Plt Bupati Kudus Hartopo di Pasar Bitingan Kudus, Kamis lalu. City Lead Grab Kudus Raya Ardian Guritno mengatakan, layanan ini diluncurkan agar transaksi jual beli di pasar tradisional tetap bisa terlaksana tanpa melanggar protokol kesehatan.

“Social dan physical distancing juga tetap bisa dilakukan. Warga bisa mudah berbelanja menggunakan aplikasi Grab Assitant ini. Mitra kami sebagai asisten akan membantu menalangi barang yang hendak dibeli. Pedagang pun percaya karena langsung mendapatkan uang,” katanya.

Memudahkan Warga

Plt Bupati Kudus HM Hartopo menyambut baik layanan ini karena memudahkan warga berbelanja di pasar tradisional, tanpa harus keluar rumah. Ia mengimbau masyarakat agar dapat menggunakan layanan daring ini dan tetap di rumah disaat pandemi covid-19.

“Saat ini, masyarakat akan mendapatkan kemudahan dengan menggunakan layanan Grab Assintant untuk keperluan belanja bahan pokok yang diperlukan,” katanya.

Hartopo menambahkan, layanan ini diharapkan menjadi pintu rezeki bagi mitra ojek online di Kabupaten Kudus. “Bagi para mitra Grab, semoga launching pelayanan ini dapat menambah jalan dalam menjemput rejeki ditengah pandemi ini, tetap semangat dan jaga kesehatan serta patuhi anjuran dari pemerintah,” ujarnya. (SRM)

Tinggalkan Balasan