Bupati Pati Haryanto membagikan masker sekaligus mengedukasi masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan. (foto: suaramuria.com)

PATI, suaramuria.com-Bupati Haryanto menyatakan, belum akan membuat peraturan yang memuat sanksi berupa denda atas pelanggaran protokol kesehatan. Meskipun, sejauh ini masih banyak masyarakat yang menyepelekan pandemi Covid-19 dengan mengabaikan protokol kesehatan.

“Kondisi begini tidak tega menerapkan denda kepada masyarakat. Tetapi, kami meminta masyarakat sadar dan mengikuti anjuran pemerintah dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan,” ujarnya, Rabu (2/9).

Belakangan, Haryanto yang merupakan ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Pati mengaku prihatin lantaran masih banyak masyarakat yang tidak percaya adanya Covid-19. Sikap demikian berpengaruh pada masyarakat di lingkungannya.

BACA JUGA: Puluhan Warga Terjaring Razia Masker Tim Gabungan

Tidak sebatas mengakibatkan keengganan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak aman, dan menghindari kerumunan. Menurutnya, masyarakat dengan pemahaman tersebut dikhawatirkan memberi dampak kurang baik bagi penanganan Covid-19.

Lebih lanjut bupati menjelaskan, kasus Covid-19 di daerahnya terus mengalami peningkatan. Temuan kasus kini telah merata di hampir semua kecamatan.

“Peran serta dan kesediaan masyarakat secara keseluruhan untuk bekerja sama dengan pemerintah akan membantu mempercepat penanganan wabah Covid-19. Kalau Covid-19 mereda, maka kita akan dapat beraktivitas lebih leluasa dan lebih produktif,” tandasnya.

Sampai saat ini, Haryanto mengaku pihaknya terus menyosialisasikan Peraturan Bupati Pati Nomor 49 tahun 2020 tentang Pedoman Menuju Tatanan Normal Baru pada Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Pati. Peraturan tersebut tidak menerapkan sanksi denda uang, namun sebatas upaya paksa menerapkan protokol kesehatan, penghentian atau pembubaran kegiatan masyarakat, dan kerja sosial bagi pelanggarnya.

Berdasar basis data yang bersumber dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pati, angka terkonfirmasi positif Covid-19 sampai Rabu (2/9) jam 07.00 mencapai 228 kasus. Mereka yang sembuh setelah menjalani isolasi mandiri sebanyak 73 orang. Adapun mereka yang positif sembuh setelah menjalani perawatan berjumlah 82 orang.

Kemudian sebanyak 22 orang terkonfirmasi positif masih menjalani isolasi mandiri dan mereka yang masih dirawat 26 orang. Sedangkan pasien Covid-19 yang meninggal dunia sampai saat ini sejumlah 25 orang.(SRM)

Tinggalkan Balasan