jaket anti Covid-19
Muttamima Aufa Milzam siswa SMAN 2 Kudus menunjukan desain jaket kesehatan. (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Kreatifitas Muttamima Aufa Milzam dalam mengutak-atik desain pakaian membawa berkah. Desain jaket anti Covid-19 dibuat siswa SMAN 2 Kudus ini meraih juara kompetisi kreatif yang digelar Institut Teknologi Kesehatan Jakarta (ITKJ).

Desain siswa kelas 12 MIPA ini mampu menyumbang ide terobosan untuk membuat jaket kesehatan di tengah pandemi Corona. Jaket ini dinilai mampu meminimalisasi dampak penularan virus Corona atau COVID-19.

Milzam, begitu ia akrab disapa menuturkan, ide membuat desain jaket anti Covid-19 yang dinamainya “healthy jacket” ini dibuat sebagai bentuk keprihatinan melihat tingginya angka penularan virus Corona di Indonesia. Di sisi lain, ia melihat masih banyak warga yang belum mengenakan masker saat keluar rumah.

Ide membuat desain healthy jacket muncul saat ia melihat kegemaran anak muda mengenakan jaket saat keluar rumah. “Jaket ini jika nanti dibuat bisa dikenakan saat new normal diberlakukan,” katanya.

BACA JUGA : Tingkatkan Imun, Pasien Positif Covid-19 Berjemur Tiap Pagi

Desain jaket kesehatan itu tidak lepas dari penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi Corona. Dalam desainnya ia menyertakan penutup kepala yang bisa dilepas dan dijadikan tas untuk menyimpan jaket.

Berikutnya ada beberapa saku jaket yang bisa digunakan untuk tempat masker dan hand sanitizer. Tidak hanya itu, jaket tersebut juga langsung terdapat sarung tangan. Sarung tangan itu bisa dilepas karena terdapat resleting.

“Sakunya sengaja dibuat banyak untuk menyimpan hand sanitizer dan masker. Ada sarung tangannya juga biar tidak semua orang bisa sentuhan dengan kita. Sarung tangannya jadi satu, ada resleting juga. Jadi bisa dilepas,” terang siswa asal Desa Prambatan Lor Kecamatan Kaliwungu Kudus ini.

Bahan yang direkomendasikan untuk jaket kesehatan ini terbuat dari bahan waterproof. Bahan ini diyakini mampu menangkal penyebaran virus Corona. Karena virus ini kebanyakan disebarkan melalui percikan air ludah.

“Ketika kita dihadapan orang banyak ada percikan itu kan jaket kan bisa melindungi kita. Waterproof kan tahan air,” jelasnya.

Juara Pertama

Ide desainnya tersebut pun mendapatkan juara pertama di ajang yang digelar Institut Teknologi Kesehatan Jakarta yang digelar dari 20 – 27 Juni 2020. Lomba itu bertajuk Creative Business Idea, kreatif di masa pandemi COVID-19.

“Juara satu Institut Teknologi Kesehatan Jakarta. Batas akhir pengumpulan proposal pada 20 Juni 2020. Lalu 25 Juni 2020 pengumuman yang lolos di babak presentasi dan kemudian 27 Juni 2020 presentasi dan pengumuman. Pelaksanaan lomba lewat daring atau online semuanya. Melalui google meeting,” kata Milzam.

Milzam berangan-angan mewujudkan bentuk jaket desainnya itu. “Ada niat untuk memproduksi healthy jacket ini agar bisa dikenakan ke anak-anak muda,” katanya.

Nurul Sri Haryuni, guru pendamping Milzam mengaku bangga atas prestasi yang diraih anak didiknya itu. “Semoga prestasi ini bisa menginspirasi teman-teman Milzam yang lain untuk bisa berprestasi,” katanya. (SRM)

Tinggalkan Balasan