Derainase Dikeruk, Gapura Ambruk

0
111
Sejumlah kendaraan terlihat harus berhati-hati saat harus melintas di ruas jalan Gabus-Tlogoayu lantaran sisa bangunan gapura yang ambruk. (Foto : Suara Muria)

PATI – Sebuah gapura desa di jalan Gabus – Tlogoayu, turut Desa Mojolawaran, Kecamatan Gabus tiba-tiba ambruk kemarin. Beruntung kejadian tersebut tak sampai menyebabkan korban jiwa.

Diduga gapura itu ambruk lantaran tanah didekatnya dikeruk untuk dibuat saluran drainase. Ambruknya gapura itu pun sempat membuat akses jalan yang cukup ramai itu sempat tersendat. Untuk antisipasinya, gapura itupun akhirnya dihancurkan dengan menggunakan alat berat.

Dari pengamatan di lapangan, sisa-sisa bangunan gapura itu masih terlihat di lokasi kejadian. Namun gapura itu sudah tak berbentuk lantaran sudah dihancurkan. Alat beratnya sendiri masih berada di lokasi.

Akibatnya sisa gapura itu memakan separuh badan jalan. Sehingga kendaraan yang mau melintas terlihat harus bergantian. Terutama untuk kendaraan roda empat maupun truk.

Sutejo, salah seorang saksi mengatakan dirinya saat itu berada di seberang jalan tempat kejadian. Setelah tanah dikeruk, dia memang sempat melihat gapura desa itu miring. Lantaran penasaran dia pun memeriksanya.

“Benar saja saat saya lihat bagian bawahnya sudah miring, apalagi bagian atasnya,”tambahnya.

Bahkan kemiringan gapura itu semakin bertambah. Dia pun sempat khawatir dan sempat menghentikan sepeda motor yang hendak melintas. Benar saja, tak lama kemudian gapura itu ambruk. Kejadian itu sendiri terjadi sekitar pukul 11.00 kemarin.

“Beruntung motor itu tadi mau menurut dan berhenti. Kalau nekat, mungkin bisa saja kejatuhan material gapura,”tambahnya.

Dia mengaku bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Pasalnya akses tersebut memang selalu ramai oleh kendaraan yang melintas. Baik roda dua maupun kendaraan besar. Pasalnya jalan tersebut menjadi akses yang mempercepat dari Gabus ke Kayen atau sebaliknya.

“Begitu ambruk saya segera laporan ke balai desa. Karena kebetulan alat beratnya sudah dipindah ke bagian barat. Barulah setelah laporan alat berat itu didatangkan untuk membersihkan,”imbuhnya.

Gapura itu sendiri dikatakannya baru dibangun sekitar satu tahunan yang lalu. Kejadian ambruknya gapura itu juga sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Seorang pengunggah bahkan sempat mengingatkan agar pengendara untuk berhati-hati saat melintasi jalan tersebut.

Dari papan yang tak jauh dari lokasi kejadian itu diketahui jika proyek itu diketahui merupakan pembangunan saluran drainase yang merupakan lanjutan proyek sebelumnya. Yakni untuk ruas jalan Gabus – Tlogoayu. Anggaran proyek tertulis sebesar Rp 1,1 miliar yang bersumber APBD Kabupaten Pati 2019 dari bantuan keuangan sarpras Provinsi Jawa Tengah. (SRM)

Tinggalkan Balasan