pilkades perempuan kudus
Para petugas saat menghitung perolehan suara di salah satu TPS pada pelaksanaan Pilakdes di Desa Getaspejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Faktor gender tak menjadi kendala bagi delapan calon kepala desa (cakades) perempuan untuk memenangi Pilkades serentak di Kabupaten Kudus. Tercatat ada sebanyak delapan calon kades perempuan yang menang di Pilakdes serentak, Selasa (19/11).

Dua orang di antaranya menang atas Kades petahana. Keduanya yakni Alia Himawati yang menang di Pilkades Gondosari, Kecamatan Gebog setelah meraup sebanyak 6.401 suara. Kades petahana Hariyanto di urutan kedua dengan 1.831 suara. Satu calon lainnya Heru Soesatyo meraih sebanyak 55 suara.

Calon kades Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu Ummi Rohanan juga mengalahkan Kades petahana Malkan. Ummi meraih sebanyak 3.705 suara, sementara Malkan sebanyak 3.540 suara.

BACA JUGA : Pilkades Desa Ini Gunakan Quick Count, Undangan Dilengkapi QR Code

Data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) mencatat enam calon kades perempuan lainnya di Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, Desa Soco, Kecamatan Dawe, Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Desa Nganguk dan Glanengan di Kecamatan Kota.

“Dua di antaranya kades baru, empat kades lainnya tercatat sebagai kades petahana,” kata Adi Sadhono, kepala Dinas PMD.

Dua desa yang bakal dipimpin kades baru dari perempuan yakni Desa Menawan dan Pladen. Calon kades Menawan Tri Lestari unggul tipis dengan 1.768 suara, mengalahkan Abdul Faqi dengan 1.746 suara.

Di Pladen, calon kades Ely Widiastuti unggul dengan 2.457 suara. Raihan ini mengalahkan dua calon kades lainnya yakni Maslikan (1.529 suara) dan Choirudin (11 suara).

Kades perempuan petahana Desa Garung Lor Siti Rofiah juga memenangi Pilakdes. Ia meraih sebanyak 2.717 suara, unggul atas Hariyono yang meraih 2.055 suara.

Kades Nganguk Lina Ernawati yang meraih sebanyak 1.183 suara menang atas Hudi yang meraih sebanyak 230 suara.

Kades Glantengan Anna Mariyati juga menang dengan 494 suara. Ia unggul atas Didik Nuhadi yang meraih 319 suara dan Sugeng Wibowo sebanyak 162 suara.

Adi menambahkan, tidak ada halangan seorang perumpan untuk menjadi kepala desa. Syarat yang diberikan pun sama antara calon kades laki-laki dan perempuan. Selama ini, kades perempuan di Kabupaten Kudus juga menunjukkan kinerja yang baik.

Hanya, lanjut Adi, memang ada catatan di Glantengan terkait penyerapan dana desa. “Karena wilayah desa yang kecil, penyerapan anggaran di fisik rendah. Sesuai Perbup 34 Tahun 2019 sudah kami sarankan agar memperbanyak kegiatan pembederdayaan masyarakat,” katanya.

Total ada sebanyak 115 desa di Kabupaten Kudus yang bakal menggelar Pilkades serentak. Pilkades ini diikuti sebanyak 286 calon kepala desa. Yang menarik, dari sebanyak 76 kades petahana yang maju, ada sebanyak 28 orang yang tumbang.

Sebanyak 48 kades petahana lainnya akan kembali memimpin desanya.

“Meski ada kades petahana yang tidak terpilih, mereka akan tetap bertugas hingga masa akhir jabatan 17 Desember mendatang. Pelantikan kades terpilih akan digelar 17 Desember,” kata Adi. (SRM)

Tinggalkan Balasan