- Advertisement -spot_img
30 C
Kudus
Rabu, 18 Mei 2022
BerandaKudusCegah Klaster Sekolah, Kudus Swab PCR 200 Siswa Sehari

Cegah Klaster Sekolah, Kudus Swab PCR 200 Siswa Sehari

- Advertisement -spot_img

KUDUS,suaramuria.comPemkab Kudus gencar melaksanakan uji swab kepada para pelajar untuk mencegah munculnya klaster sekolah selama Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Dalam sehari, ditargetkan petugas melakukan swab kepada 150 hingga 200 siswa.

Bupati Kudus Hartopo mengatakan, tes swab akan dilakukan mulai jenjang SD hingga SMA sederajat.

“Testing dilakukan untuk antisipasi, jangan sampai kasus Covid-19 di Kudus yang sudah landai ada satu OTG yang tidak terdeteksi lalu terjadi klaster,” katanya saat meninjau testing di SD 1 Temulus, Jum’at (14/1).

BACA JUGA : Sekolah PTM 100 Persen, Disdikpora Kudus Beri Lampu Hijau

Meskipun saat ini kasus aktif Covid-19 di Kudus landai, testing akan dilakukan setiap hari. Ia mengatakan, potensi adanya kasus dapat dideteksi sejak dini.

Pihaknya menyampaikan tes PCR dilakukan kepada 10 persen jumlah sasaran di satu sekolah. Ditargetkan, per hari dilakukan 150 sampai dengan 200 tes.

Apabila ada temuan kasus positif Covid-19 di sekolah, kata dia, harus segera menindaklanjuti. Orang yang terkonfirmasi positif akan dikarantina dan dilakukan tracing. Oleh karena itu, sekolah perlu menyiapkan ruang karantina khusus apabila ditemukan siswa atau guru yang tertular Covid-19.

“Kalau ada yang konfirmasi positif ya harus dikarantina dan dilakukan tracing,” katanya.

Hartopo juga sempat menyemangati siswa yang melakukan tes PCR. Pihaknya meyakinkan bahwa adanya tes untuk menjaga PTM tetap kondusif.

Dalam kesempatan tersebut, bupati menyerahkan 100 buah hand sanitizer. Pihaknya mendorong agar hand sanitizer dapat dimanfaatkan dengan baik untuk pencegahan Covid-19.

“Semoga dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Plh Kepala Dinas Kesehatan Kudus dokter Andini Aridewi menambahkan, tes PCR di SD 1 Temulus dilakukan untuk 20 siswa dan 15 guru.

Sepuluh Persen

Data tersebut merujuk pada sepuluh persen dari jumlah seluruh sasaran. Selama 3 hari, Dinas Kesehatan Kudus bersama puskesmas setempat telah melaksanakan tes PCR di 20 sekolah.

“Kami bekerja sama dengan puskesmas setempat untuk melakukan tes PCR ke sekolah. Kami pakai PCR biar lebih sensitif dan tidak dua kali kerja,” ujarnya.

Tak hanya sekolah, tes PCR akan dilakukan kepada masyarakat umum dengan metode random sampling. Pihaknya menargetkan per minggu minimal 820 orang yang sudah tes PCR. Stok reagen dan alat kesehatan lainnya dipastikan mencukupi.

Apalagi, Dinas Kesehatan Kudus juga telah memiliki alat PCR sejak akhir tahun lalu. Saat ini, Kementerian Kesehatan masih melakukan assesment sebelum alat tersebut dapat digunakan.

“Kami masih melengkapi persyaratan agar alat PCR mendapatkan izin operasional,” katanya. (srm)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

443FansSuka
397PengikutMengikuti
37PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Berita Terkait

- Advertisement -spot_img

Berita Suara Muria Terkini

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini