fosil gading
Kasi Perlindungan BPSMP Sangiran Dodi Wiranto dan Plt Kabid Kebudayaan Disbudpar Lilik Ngesti Widiasuryani mengecek fosil gading gajah purba temuan petani yang disimpan di museum purbakala Patiayam Kudus. (suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Objek wisata di Kabupaten Kudus mulai ditutup untuk kunjungan wisatawan, Rabu (18/3). Penutupan ini ditujukan untuk mencegah penularan COVID-19 karena objek wisata menjadi tempat kerumunan massa.

Museum Kretek menjadi salah satu objek wisata milik Pemkab Kudus yang ditutup. Museum itu sempat dikunjungi sejumlah wisatawan asing sepekan terakhir. Ironisnya, museum itu belum memiliki kelengkapan dan alat cek suhu tubuh untuk para wisatawan.

“Penutupan objek wisata milik pemkab sudah kami mulai hari ini (kemarin – Red). Untuk pengelola objek wisata sudah kami surati agar mulai melakukan penutupan,” kata Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Wahyu Hariyanti melalui Kabid Pariwisata Mutrikah, Rabu (18/3/2020).

BACA JUGA : Ojek Wisata Banyak Keluhan

Praktis objek wisata milik Pemkab Kudus seperti Museum Kretek, Museum Patiayam, Taman Krida, Tugu Identitas, dan Taman Ria Colo sudah ditutup sejak Rabu siang. Disbudpar juga menutup terminal wisata Colo.

Petugas menunggu bus pariwisata yang sudah terlanjur masuk ke terminal wisata, hingga keluar seluruhnya. “Setelah semua bus keluar, kami pasang portal dan gazon. Petugas portal kami tarik, staf kami minta untuk berkantor di terminal wisata. Kami sudah pasang pengumuman di semua titik objek wisata,” katanya.

Setelah ditutup, objek wisata tersebut rencananya akan disemprot dengan cairan disinfektan. Disbudpar, lanjut Tika, sudah menyurati PMI Kabupaten Kudus untuk melakukan penyemprotan ke semua objek wisata di Kabupaten Kudus.

Tika menambahkan, Disbudpar juga telah menyurati yayasan pengelola Makam Sunan Muria dan Sunan Kudus. Surat imbauan penutupan objek wisata yang dikirim Rabu siang itu, juga didasarkan atas surat dari Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah.

Seluruh objek wisata baik milik Pemkab Kudus maupun swasta diimbau untuk ditutup hingga penyebaran corona mereda. “Kami tidak ingin kecolongan karena peziarah atau pengunjung objek wisata ini berasal dari mana-mana. Tentunya ini sangat berisiko pada penularan virus corona,” katanya.

Terminal Wisata Bakalan Krapyak

Berbeda dari Disdbupar yang sudah menutup objek wisata termasuk terminal wisata Colo, Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus belum melakukan penutupan terminal wisata Bakalan Krapyak. Terminal wisata ini diperuntukkan untuk bus peziarah yang hendak berkunjung ke makam Sunan Kudus.

Kepala Dinas Perhubungan (Disdub) Kabupaten Kudus Abdul Halil mengatakan terminal wisata Bakalan Krapyak masih dibuka karena Yayasan Masjid, Makam, dan Menara Kudus (YM3SK) masih membuka pintu untuk para peziarah.

“Selama masih ada peziarah tetap kami buka. Untuk langkah antisipasi kami sudah siapkan air dan sabun untuk cuci tangan. Rencananya nanti akan ada penyemprotan disinfektan, Jumat mendatang,” katanya. (SRM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here