Bupati Wadul Harga Garam Anjlok
Kebijakan impor berdampak pada petani garam di Pati. Harga garam menjadi anjlok. (foto: suaramuria,com)

PATI, suaramuria.com-Bupati Haryanto mengadukan anjloknya harga garam belakangan ini ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng). Menurutnya, kebijakan impor garam menjadi faktor turunnya harga garam petani.

“Garam impor sudah masuk ke Jawa Tengah, termasuk Pati. Mudah-mudahan ke depan ada regulasi yang membatasi impor garam,” ujarnya dalam kegiatan Gerakan Pungut Sampah dan Tanam Mangrove di Pantai Kertomulyo, Kecamatan Trangkil, Jumat (28/2).

Dalam kesempatan itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Jawa Tengah Peni Rahayu hadir. Bupati yang didampingi Wakil Bupati Saiful Arifin pun menyampaikan secara langsung keluhan petani tersebut kepada Peni.

Dia menjelaskan, Pati merupakan salah satu sentra produksi garam nasional. Sekitar 350.000 ton garam dihasilkan pada 2019.

“Saat ini harga garam terpuruk. Harga perkilogram hanya Rp 300 hingga Rp 350. Petani sangat rugi karena tidak sebanding dengan tenaga dan waktu yang dikeluarkan selama memroduksi,” katanya.

Bupati berharap, Peni dapat membantu penanganan kondisi tidak menguntungkan bagi petani garam rakyat tersebut. Mengingat, Peni merupakan birokrat Pemprov Jateng yang membidangi masalah perekonomian.

Hentikan Impor

Upaya menghabiskan stok garam asal luar negeri harus dipercepat. Sekaligus menghentikan impor agar garam tidak membanjir ke daerah-daerah.

“Kalau tidak ada garam impor, garam rakyat akan terserap maksimal untuk kebutuhan konsumsi maupun industri. Menjadi masalah jika garam asal Pati tidak dapat dipasarkan karena produksinya tinggi. Pada 2019 produksi garam di Pati sekitar 360 ribu ton,” paparnya.

Peni mengakui, besarnya produksi garam di Pati. Potensi itu harus didorong lagi, bukan hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitasnya.

“Garam Pati merupakan potensi besar. Karena itu, Pemprov Jateng berencana mendirikan pabrik garam di Pati, tepatnya di Desa Raci, Kecamatan Batangan. Selain itu, kami juga akan melakukan pendampingan kepada petani garam di Pati untuk memacu kualitas,” tandasnya.

Tidak kali ini saja Bupati Haryanto menyampaikan keluhan tentang garam. Sebelumnya, dia sempat membeberkan keterpurukan harga garam di hadapan Menteri kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat meresmikan Gudang Garam Nasional (GGN) di Desa Sambilawang, Kecamatan Trangkil, bulan lalu.(SRM)

Tinggalkan Balasan