- Advertisement -spot_img
28.9 C
Kudus
Rabu, 23 Juni 2021
BerandaPatiBupati Minta Swalayan Atur Jumlah Pengunjung

Bupati Minta Swalayan Atur Jumlah Pengunjung

- Advertisement -spot_img

PATI, suaramuria.com – Bupati minta swalayan agar dapat mengatur jumlah pengunjung di saat mendekati lebaran seperti sekarang ini. Bahkan Bupati Pati Haryanto menyebut akan memberi sanksi bagi swalayan yang nantinya muncul kasus Covid-19.

Hal itu seperti diungkapkan saat pengecekan keamanan produk sekaligus penerapan protokol kesehatan di sejumlah swalayan yang rentan terjadi kerumunan warga pada Rabu (5/5/2021) kemarin. Diantara sidak itu dilakukan di ADA Swalayan, Luwes, serta Pasar Puri Baru.

Bupati minta swalayan melalui manajemennya agar bisa mengatur jumlah pengunjung. Hal itu sudah disampaikannya pada swalayan ADA swalayan maupun Luwes. Haryanto menegaskan agar manajemen untuk tidak memburu jumlah pembeli saja namun harus bisa memperhatikan faktor kesehatan.

“Sudah kami sampaikan pada pihak manajemen untuk dapat membatasi jumlah pengunjung. Apabila sudah penuh, maka pengunjung yang akan masuk untuk dapat menunggu dahulu. Setelah jumlah pengunjung yang masuk berkurang, baru dapat masuk,”jelasnya.

Bupati pun mengamini jika kondisi sejumlah swalayan semakin ramai. Keramaian semakin meningkat di akhir pekan seperti di hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Terutama di saat mendekati hari raya Idul Fitri mendatang.

BACA JUGA : Bupati Pati : Sanksi Moral Oknum Kades “Ngeroom” Lebih Berat

Tak hanya itu, Bupati juga menegaskan kepada pihak manajemen untuk selalu menaati protokol kesehatan. Dia berharap agar nantinya tidak muncul klaster baru di pusat perbelanjaan sehingga dapat menghentikan aktivitas kerja dan perekonomian.

“Bagi yang nantinya muncul kasus Covid – 19, jelas ada sanksinya dengan melihat kondisi yang ada. Seperti halnya di Puskesmas Gabus saat muncul kasus Covid – 19 langsung kami tutup sementara,”tegasnya.

Sementara itu, dari hasil pengecekan keamanan makanan dan minuman jelang lebaran diakuinya cukup baik. Dari pengecekan itu Bupati mengaku tidak menemukan produk yang sudah kadaluarsa ataupun tak layak konsumsi.

“Dalam giat ini kami memang ingin mengetahui ada atau tidaknya produk – produk yang masa berlakunya habis namun masih dijual,”imbuhnya.(srm)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

1,011PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: