bupati jepara
Bupati Jepara Dian Kristiandi memberi tanda silang untuk menjaga jarak jamaah shalat di masjid Baiturrahman Jepara. (foto : suaramuria.com)

JEPARA, suaramuria.com – Bupati Jepara Dian Kristiandi mengultimatum kepala dinas Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang membawahi pasar tradisional. Bupati juga mengancam bakal mencopot kepala pasar yang tidak mampu menerapkan protokol kesehatan di pasar tradisional.

Hal ini ditegaskan usai kunjungan bupati ke sejumlah tempat, yaitu Pasar Mlonggo, Masjid Baiturrahman Desa Srobrong, Kecamatan Mlonggo, dan Satgas Jogo Tonggo Desa Slagi, Kecamatan Pakis Aji.

”Saya tekankan, jika kepala dinas dan kepala pasar tidak jelas mempersiapkannya (penerapan protokol kesehatan) saya akan pindah semuanya,” tegasnya.

BACA JUGA : Bupati Jepara Perintahkan Penutupan Karaoke

Di Pasar Mlonggo, Bupati mendapati beberapa pedagang dan pengunjung yang tidak mengenakan masker. Bupati langsung mendatangi mereka.

Di lokasi itu juga, ia juga mengedukasi masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan dengan mengenakan masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan dengan sabun. Ia juga tidak segan mengancam pedagang yang tidak mematuhi protokol kesehatan, nantinya tidak diperbolehkan berdagang di pasar.

”Di setiap pasar tradisional sudah disiapkan tempat cuci tangan di lokasi-lokasi strategis, seperti pintu masuk dan keluar pasar. Jadi tolong ini dimanfaatkan,” ungkapnya.

Dian Kristiandi juga meminta kepala Pasar Mlonggo Rujito Untuk menempatkan petugas atau relawan setiap harinya yang berjaga dan mengawasi para pengunjung pasar agar tertib dan mematuhi protokol kesehatan.

Tanda Jarrak Shaf

Di Masjid Baiturrahman, Bupati yang mendapati masjid belum terdapat jarak shaf dengan tanda silang, langsung memasangkan tanda silang sebagai tanda jarak shaf ketika shalat berjamaah. Selain itu, Bupati juga menyerahkan bantuan alat kebersihan untuk masjid, termasuk tempat cuci tangan.

Setelah dari Masjid, Bupati melanjutkan monitoring ke satgas jogo tonggo Desa Slagi, Kecamatan Pakis Aji. Bupati menyampaikan, peran aktif jogo tonggo akan membantu masyarakat. Ia juga meminta petugas agar sabar menghadapi pandemi ini.

”Kita harus tetap semangat melayani masyarakat sampai pandemi ini selesai,” tuturnya.

Pemkab Jepara sendiri telah menganggarkan 230 miliar untuk penanggulangan covid-19 di Kabupaten Jepara. Anggaran ini untuk jaring pengaman sosial, kesehatan, hingga recovery ekonomi. Masing-masing desa juga mengganggarkan dana desa untuk penanggulangan pandemi ini.

Kepala Desa Slagi Damam mengatakan, desa telah melakukan upaya penanggulangan dan pencegahan secara optimal. Sejumlah program yang melibatkan banyak pihaktelah dilaksanakan, seperti menyiapkan tempat karantina bagi warga yang positif covid-19, pemberian sembako bagi warga terdampak, hingga bantuan langsung tunai.

”Untuk penanganan covid-19, kami menyiapkan anggaran Rp 321 juta. Adapun untuk BST ada Rp 432 juta,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Bupati menyerahkan sejumlah bantuan, mulai dari sembako, alat kebersihan, hingga alat pelindng diri (APD) kepada pemerintah Desa Slagi.

Tinggalkan Balasan