- Advertisement -spot_img
26.3 C
Kudus
Sabtu, 22 Januari 2022
BerandaKudusBupati Hartopo Geram Segel Karaoke Dirusak, Perintahkan Proses Hukum

Bupati Hartopo Geram Segel Karaoke Dirusak, Perintahkan Proses Hukum

- Advertisement -spot_img

KUDUS, suaramuria.comBupati Kudus HM Hartopo marah segel karaoke dirusak. Tak hanya merusak segel, pengusaha karaoke  ‘kucing-kucingan’ dengan petugas dan nekat kembali beroperasi.

Geram dengan ulah pengusaha karaoke, Bupati Hartopo memerintahkan Kepala Satpol PP Kholid Seif untuk melaporkan dugaan perusakan ini ke Polisi dan Kejaksaan. Hartopo mengatakan, Kabupaten Kudus secara resmi telah melarang usaha karaoke melalui Perda 10 Tahun 2015.

“Meski ancamannya hanya 3 bulan, tapi perusakan segel ini sangat serius. Pengusaha karaoke mulai kucing-kucingan. Karena itu kami perintahkan proses hukum, penjarakan agar ada efek jera,” kata Hartopo, Senin (20/12).

BACA JUGA : Oknum Anggota Terciduk di Karaoke, Kapolres Sebut Anak Buahnya Bertugas

Hartopo bersama Kasat Pol PP Kholid Seif menggelar sidak dan penindakan lokasi tempat hiburan malam (karaoke) yang masih beroperasi secara tersembunyi, Senin (20/12).

Ada enam titik lokasi yang menjadi sasaran di sepanjang jalan lingkar selatan Kudus dan jalan AKBP Agil Kusumadya. Tim bergerak ke karaoke Golden 1, Kerangan, Happy, Clarisa, Monalisa, dan Golden 2. Hasilnya, segel karaoke dirusak.

“Kalau bukan pemilik tidak mungkin berani merusak segel penutupan ini. Karena itu perlu ada efek jera kepada pemilik,” katanya.

Menurut Hartopo, Pihaknya banyak mendapatkan laporan dari masyarakat yang resah akibat operasional tempat hiburan malam (karaoke) meski telah disegel beberapa waktu lalu.

“Kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari berbagai aduan dan laporan masyarakat atas aktivitas tempat karaoke yang masih beroperasi meski telah disegel, Setelah kita cek lapangan ternyata memang benar,” katanya.

Pintu Samping

Pihaknya menemukan segel telah rusak dan adanya pintu samping (darurat) sebagai akses baru keluar masuk aktivitas tempat hiburan malam tersebut.

“Hasil cek lapangan, pengelola mengajak kucing-kucingan dengan petugas. Ada yang nekat menjebol segel hingga membuat pintu samping (darurat) untuk aktivitas karaoke,” jelasnya.

Atas temuan itu, Hartopo meminta Kasat Pol PP untuk segera berkoordinasi dengan Polres Kudus untuk segera melaporkan kejadian tersebut.

“Saya perintahkan Kasat Pol PP untuk koordinasi dengan Polri, tentunya akan kami tindaklanjuti hingga ranah pidana untuk memberikan efek jera,” tegasnya.

Pihaknya meminta peran aktif Satpol PP untuk selalu memonitoring kegiatan pada tempat aktivitas hiburan pengumbar sahwat. Sebagai penegak perda, Hartopo mengimbau untuk tidak takut.

“Harapanya, Dari petugas Pol PP sebagai penegak Perda agar selalu memonitoring tempat – tempat karaoke baik siang ataupun malam. Kita sebagai penegak Perda harus tetap berani mengawal dan menegakkan Perda di Kabupaten Kudus. Selagi ada di jalan benar jangan pernah takut,” pintanya.

Hartopo menegaskan bahwa di Kabupaten Kudus tidak ada ruang untuk tempat hiburan malam atau sejenisnya.

“Saya tegaskan, Kudus tidak ada Perda yang mengatur dan melegalkan tentang perijinan tempat hiburan malam. Harapan kami, pihak pengelola karaoke punya kesadaran bahwa Perda melarang usaha karaoke,” katanya. (srm)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

443FansSuka
397PengikutMengikuti
37PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Berita Terkait

- Advertisement -spot_img

Berita Suara Muria Terkini

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here