- Advertisement -spot_img
28.9 C
Kudus
Rabu, 23 Juni 2021
BerandaKudusBukan dari Pemudik, Ini Pemicu Lonjakan Kasus Covid-19 Usai lebaran

Bukan dari Pemudik, Ini Pemicu Lonjakan Kasus Covid-19 Usai lebaran

- Advertisement -spot_img

KUDUS, suaramuria.com – Pemicu lonjakan kasus penderita baru Covid-19 di Kabupaten Kudus tak ada kaitannya dengan kedatangan para pemudik pada Lebaran ini. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kudus Badai Ismoyo mengatakan, penularan Covid-19 di kalangan pemudik sangat kecil.

Badai menuturkan, dari seribu lebih pemudik yang tiba di Kabupaten Kudus, hanya ada dua orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Dari hasil tracing keduanya juga tidak ditemukan penderita baru,” kata Badai, Selasa (18/5).

BACA JUGA : Pasien Melonjak, Ruang Isolasi Khusus di RS Kudus Nyaris Penuh

Kecilnya kasus penularan Covid-19 di kalangan pemudik juga membuat dua lokasi isolasi mandiri yang disiapkan Pemkab Kudus untuk para pemudik tidak terpakai. Pemkab Kudus sebelumnya menyiapkan Rusunawa dan Akbid Kudus untuk ruang isolasi mandiri bagi para pemudik.

“Alhamdulillah hingga hari ini tempat isolasi mandiri itu tidak terpakai,” katanya.

Badai mengatakan, pemicu lonjakan kasus Covid-19 baru di Kabupaten Kudus justru berasal dari klaster penderita Covid-19. “Penderita baru tertular dari keluarganya yang sebelumnya positif Covid-19,” ujarnya.

Lonjakan kasus baru penderita Covid-19 di Kabupaten Kudus, kata Badai, juga masih rendah jika dibanding lonjakan penderita awal Januari lalu. Badai menyebutkan, awal Januari lalu total penderita Covid-19 yang terkonfirmasi sebanyak 393 orang.

Ruang Isolasi

Data Gugus Tugas Covid-19 per 18 Mei 2021 tercatat sebanyak 85 orang. Badai menuturkan, lonjakan kasus baru Covid-19 yang membuat ruang isolasi khusus di rumah sakit terlihat nyaris penuh disebabkan adanya pengurangan ruang isolasi di rumah sakit.

“Saat jumlah penderita menurun beberapa waktu lalu, sejumlah rumah sakit memilih mengalihfungsikan ruang isolasi khusus menjadi ruang layanan pasien umum. Akibatnya saat ada lonjakan penderita baru, ruang isolasi yang ada terpakai,” katanya.

Dinas Kesehatan telah meminta rumah sakit untuk kembali memfungsikan ruang isolasi khusus yang sebelumnya dialihfungsikan. “Kami telah meminta rumah sakit untuk kembali memfungsikan ruang isolasi khusus untuk layanan penderita Covid-19,” katanya.

Terkait lonjakan penderita baru, Badai meminta warga untuk selalu tertib menjalankan protokol kesehtaan (prokes).

Sekretaris Komisi D DPRD Kudus Muhtamat meminta Dinkes Kabupaten Kudus meningkatkan koordinasi dengan rumah sakit. Koordinasi ini penting untuk menjamin ketersediaan ruang isolasi khusus di rumah sakit. (srm)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

1,011PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: